Luhut Beberkan Transformasi Digital RI, OSS Hingga SIMBARA

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
15 March 2022 15:27
Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Digital Economy Working Group G20 2022. (Tangkapan layar youtube Kemkominfo TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan sederet transformasi digital yang telah dilakukan pemerintah mulai dari Online Single Submission (OSS) hingga E-Katalog. Hal itu dibeberkan Luhut dalam acara Kick Off Digital Economy Working Group G20 2022 di Jakarta, Selasa (15/3/2022).

"Kita sebenarnya sekarang sudah masuk (transformasi digital)," ujarnya.

Pertama, menurut Luhut, adalah penerapan OSS. OSS sudah berjalan meskipun masih ada perbaikan di sana-sini.

"Karena ini kan besar sekali. Jadi pastilah masih banyak kurang sana-sini. Tapi sekarang monitoring evaluasi untuk itu sudah jalan," katanya.

Kedua, lanjut Luhut, adalah penerapan SIMBARA (Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara Antar Kementerian dan Lembaga). Menurut dia, keberadaan SIMBARA akan menekan selisih angka terkait data mineral seperti nikel hingga batu bara dari Kementerian ESDM hingga Kementerian Keuangan.

"Jadi tidak ada lagi terjadi angka yang selisih beda dan itu menimbulkan kerugian negara. Ini saya kira pajak kita tahun ini pasti lebih tinggi dari target. Kenapa? Penerimaan dari sini pasti lebih," ujar Luhut.

Ketiga, lanjut dia, digitalisasi pelabuhan. Menurut dia, 11 pelabuhan besar di tanah air telah dan akan didigitalisasi.

"Sudah mulai dan sudah ada yang jalan dan ada yang belum. Nah dari situ cost kita akan turun itu membuat revenue negara tambah lagi," kata Luhut.

Keempat, menurut dia, adalah digitalisasi APBD. Hal itu meminimalisasi kepala daerah yang tertangkap penegak hukum lantaran penyalahgunaan APBD.

"Jadi kita jangan ngomong hanya teori-teori. Sekarang Indonesia itu sudah melakukan implementasi dan saya dorong habis untuk itu," lanjutnya.



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Krisis Talenta Digital, Butuh Tambahan 47 Juta Orang di 2030


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading