Rusia-Ukraina Panas, Inggris Warning Serangan Hacker

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
23 February 2022 11:30
Ilustrasi peretasan jaringan internet

Jakarta, CNBC Indonesia - Inggris memperingatkan adanya potensi serangan siber dengan konsekuensi internasional. Himbauan ini terkait suasana Ukraina yang memburuk, menyusul perintah Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan pasukan ke dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina Timur.

Perkembangan yang terjadi di sana membuat Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) Badan Keamanan dan Intelijen Inggris (GCHQ), meminta organisasi setempat meningkatkan pertahanan online masing-masing.

"Sementara NCSC tidak mengetahui adanya ancaman spesifik saat ini ke organisasi Inggris terkait peristiwa di dan sekitar Ukraina, telah ada pola historis dari serangan siber Ukraina dengan konsekuensi internasional," ujar lembaga itu, dikutip dari Reuters, Rabu (23/2/2022).


Serangan siber sebelumnya sudah menyerang situs perbankan dan pemerintah Ukraina minggu lalu. Kejadian itu membuat situs tersebut lumpuh karena serangan dari distributed denial of service (DDoS).

Amerika Serikat (AS) dan Inggris kompak menunjuk Rusia sebagai dalang serangan tersebut. Namun pihak Rusia menolak tudingan itu.

Menyusul serangan itu, enam negara di Uni Eropa mengirimkan tim ahli keamanan siber ke Ukraina. Wakil Menteri Pertahanan Lithuania, Margiris Abukevicius mengatakan mereka akan membantu Ukraina menangani ancaman siber di sana.

Lithuania, Belanda, Polandia, Estonia, Rumania, dan Kroasia akan mengirimkan tim ahli yang telah dibentuk sebelumnya untuk membantu negara, lembaga dan mitra Uni Eropa lain mengatasi ancaman siber.

Mengutip The Verge, salah satu yang menjadi korban adalah Kementerian Pertahanan Ukraina. Pada Selasa (15/2/2022) pukul 19.00 waktu setempat, lembaga itu mengaku situs webnya terkena serangan DDoS dan sedang dilakukan perbaikan.

Sementara untuk bank serangan berdampak masif. Mulai dari memblokir layanan perbankan online termasuk untuk pembayaran dan tampilan saldo. Serta juga membuat ATM offline dan nasabah tidak bisa menarik atau mentransfer dana.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Banyak Serangan Siber, Ahli Siber: RI Masuk Tahap Red Alert


(npb/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading