Menanti Gebrakan Ekosistem Digital di Sektor Properti

Tech - Lalu Rahadian, CNBC Indonesia
14 February 2022 17:30
Pandemi & Optimisme Sektor Properti

Jakarta, CNBC Indonesia - Kemajuan teknologi kian mendorong semakin masifnya digitalisasi di semua lini kehidupan, tidak terkecuali di sektor properti. Kehadiran berbagai perusahaan berbasis teknologi atau startup di sektor ini diyakini bakal mengakselerasi terbentuknya ekosistem secara digital.

Keberadaan ekosistem properti secara digital diyakini akan sangat bermanfaat bagi banyak pihak, utamanya bagi masyarakat yang memerlukan berbagai informasi dan dukungan untuk memiliki rumah.

"Saat ekosistem digital terbentuk dengan baik di industri properti, tentunya tidak hanya developer yang mendapatkan keuntungan, konsumen pun akan diuntungkan," tegas Direktur Coldwell Banker Commercial Dani Indra Bhatara kepada CNBC Indonesia, akhir pekan lalu.


Adanya keterkaitan antarsektor yang saling mendukung akan dapat mendorong biaya pembangunan menjadi lebih murah juga biaya berbagai pelayanan turun karena berkurangnya perantara yang meningkatkan biaya. Jika efisiensi initerjadi, lanjut Dani, maka konsumen dapat diuntungkan dengan penurunan harga perolehan pembelian rumah atau properti.

"Juga kemudahan mendapatkan sumber pembiayaan alternatif untuk pembelian rumah yang selama ini sangat tergantung pada perbankan. Sehingga diharapkan keberadaan ekosistem digital di properti dapat bermanfaat secara langsung khususnya bagi konsumen," tuturnya.

Kehadiran marketplace properti dan perumahan sudah barang tentu memudahkan dari sisi penjual dan pembeli. Kendati demikian, ekosistem di sektor properti ini tidak hanya sebatas di situs-situs atau aplikasi-aplikasi marketplace. Masih banyak produk, jasa dan layanan turunannya yang bisa memperkuat ekosistem properti bilamana bisa terintegrasi secara digital.

Dari sisi legalitas aset, para notaris pun perlu dilibatkan dalam ekosistem ini. Lalu dari sisi pengelolaan atau maintenance gedung, rumah sampai perangkat atau peralatan pendukung pun ada penyedia layanan yang bisa digandeng untuk masuk. Bahkan tidak menutup kemungkinan para arsitek pun bisa menjadi bagian aktif dalam ekosistem ini untuk memberikan masukan atau input desain dan memperhitungkan segala kebutuhan terkait rancangan atau konstruksi bangunan.

"Dengan semakin berkembangnya teknologi digital, tentu sektor properti tidak bisa lepas dari pengaruh dari teknologi ini. Perkembangannya juga semakin luas dan dapat menyatukan berbagai bisnis yang berkaitan dalam sebuah ekosistem digital," sambung Dani. 

Kehadiran startup yang mendukung pengembangan sektor properti pun sudah sepatutnya tidak terlepas dari dukungan industri keuangan, dalam hal ini industri perbankan. Kendati kehadiran ekosistem digital diharapkan membuka dukungan permodalan dan pembiayaan terbuka semakin luas di masa depan. Namun demikian tidak bisa dimungkiri peran bank dalam mendukung sektor ini masih sangat krusial.

Salah satu bank yang memiliki fokus di sektor perumahan adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Sebagai catatan, bank pelat merah ini menyalurkan sekitar Rp214 triliun kredit perumahan, di mana Rp130,68 triliun di antaranya dialokasikan untuk KPR Subsidi dan Rp83,25 triliun untuk KPR nonsubsidi.

Lalu bagaimana BTN menyikapi kebutuhan ekosistem digital di sektor properti?

Direktur Teknologi Informasi BTN, Andi Nirwoto menyebut, BTN sudah mengembangkan dan mengimplementasikan platform manajemen Application Programming Interface (API). Melalui platform yang digadang-gadang bakal menjadi Super Apps ala BTN ini, perseroan bakal mengintegrasikan dan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder di sektor properti.

"Nah, ini ketika semua bank memiliki kanal digital super app, API Management. Mereka dengan mudah bisa berintegrasi dengan partner-partner luar seperti fintech atau startup atau bahkan institusi keuangan lain," tukas Andi.

Terkait pengembangan mortgage ecosystem atau ekosistem properti atau perumahan tersebut, dia yakin, BBTN memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri dibanding bank lain. Keuntungan sebagai bank yang fokus membiayai perumahan dan sudah besentuhan dengan sektor properti sejak lama akan dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun dan memperkuat ekosistem secara digital.

"Di sinilah mulai kita memikirkan keunikan, keunggulan atau advantage dalam era digital ini untuk 5-10 tahun ke depan," tegasnya.

Melalui aplikasi super tersebut, Andi memaparkan, bahwa para user tidak hanya berkesempatan untuk bisa mengakses pembiayaan perumahaan melalui produk KPR. Para nasabah atau user nantinya memiliki akses ke sebuah platform atau ekosistem sehingga bisa juga melakukan transaksi jual-beli rumah, baik baru maupun bekas, sampai renovasi rumah.

Beragam fitur juga disiapkan untuk melengkapi 'journey' user atau nasabah mulai dari pembayaran, pembelian yang terkait kebutuhan sehari-hari sebagaimana biasa terdapat dalam ekosistem payment, hingga investasi.

"Namun demikian di luar itu, beyond itu kita akan memperkuat atau membuat, mengembangkan keunikan digitalisasi kita adalah dengan membangun ekosistem mortgage. Nah, sehingga dengan konsep ini nanti kita punya kanal yang disebut 'Property Portal'," kata Andi.

Eksosistem tersebut akan dijalin melalui model kerja sama partnership dengan seluruh stakeholder di sektor properti. Sehingga user atau masyarakat diharapkan bisa memperoleh solusi dari segala kebutuhan terkait properti lewat satu platform .

"Karena tadi di back-end kita pondasi kita sudah membangun platform API. Sehingga untuk mempercepat, memperkaya atau membangun bangunan ekosistem mortgage tadi kita melakukan partnership untuk melakukan akselerasi," terang Andi.

Ekosistem properti yang terintegrasi secara digital memang bisa memberikan banyak manfaat bagi masing-masing stakeholder dan konsumen. Namun apabila bicara mengenai sektor properti sudah pasti tidak akan pernah bisa lepas dari kenyataan masih tingginya backlog perumahaan di Tanah Air.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2020, angka backlog kepemilikan perumahan mencapai 12,75 juta. Lalu bisakah ekosistem digital sektor properti ini membantu menurunkan backlog perumahan tersebut? 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Layanan Cloud Disebut Bakal Jadi Tren 10 Tahun Lagi


(bul/bul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading