India Rilis Rupee Digital Tahun Ini, Pesaing Kripto Bitcoin

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
02 February 2022 14:50
Mata uang Rupee India. (REUTERS / Thomas White / Illustration / File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral India atau Reserve Bank of India akan meluncurkan rupee digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) pada tahun fiskal berikutnya. Hal ini diungkapkan oleh menteri keuangan India.

"Pengenalan CDBC akan memberikan dorongan, dorongan besar bagi ekonomi digital," ujar Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman. "Mata uang digital juga akan mengarah pada sistem manajemen mata uang yang lebih efisien dan lebih murah."

Reserve Bank of India akan memperkenalkan rupee digital pada tahun keuangan 2022-2023 yang dimulai pada 1 April, seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (2/2/2022).


Nirmala Sitharaman tidak memberikan rincian tentang bagaimana rupee digital akan bekerja atau seperti apa bentuknya, tetapi ia mengatakan rupee digital akan diperkenalkan "menggunakan blockchain dan teknologi lainnya."

Blockchain mengacu pada teknologi yang awalnya dibuat bersama bitcoin, tetapi definisi tersebut telah berkembang karena aplikasinya telah melampaui cryptocurrency.

India akan menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia yang memperkenalkan mata uang digital bank sentral (CBDC) jika rencana ini terealisasi. China telah mengerjakan versi yuan digital sejak 2014 dan paling maju dalam hal peluncuran CBDC secara global.

Selama dua tahun terakhir, Bank Rakyat China telah melakukan uji coba dalam bentuk lotere, di mana yuan digital dibagikan kepada warga di kota-kota tertentu untuk mereka belanjakan. Baru-baru ini, bank sentral telah berupaya memperluas penggunaan yuan digital. China belum meluncurkan mata uang digitalnya secara nasional dan tidak memiliki garis waktu untuk melakukannya.

Sementara India mendorong maju dengan rupee digital, pemerintah India telah mencoba mengambil sikap yang lebih keras terhadap cryptocurrency seperti Bitcoin dan saat ini sedang mengerjakan regulasi untuk sektor ini. Nirmala Sitharaman mengatakan pendapatan dari transfer aset digital virtual harus dikenakan pajak sebesar 30%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Uang Digital CBDC Tak Bakal Hadir, Kabar Baik Bagi Bitcoin?


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading