Muncul Lagi Varian Covid BA.2, Lebih dari Delta & Omicron?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
27 January 2022 10:25
INFOGRAFIS, Fakta dan Data Deltacron, Gabungan Virus Covid-19 Delta dan Omicron

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ilmuwan menemukan turunan (subvarian) dari Omicron. Bahkan menurut mereka subvarian BA2 ini lebih tersembunyi dari versi asli varian tersebut.

BA2 dianggap seperti siluman, serta punya sifat genetik tertentu yang membuat turunan Omicron tersebut agak sulit untuk dideteksi, dikutip dari AP News, Kamis (27/1/2022).

Munculnya BA2, membuat khawatir sejumlah ilmuwan karena bisa lebih menular. Bahkan varian sudah ditemukan di 40 negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan kasus pertama dilaporkan berasal dari Filipina.


Wilayah Eropa juga sudah mendeteksi keberadaan tersebut di Inggris dan Denmark. Bahkan menurut laporan, setengah dari kasus baru di Denmark dikaitkan dengan BA2.

Sejak November 2021 lalu, BA2 tercatat mencapai 8.000 kasus. Meskipun belum jelas asal dari subvarian BA2 itu.

Direktur Insiden Covid-19 di Keamanan Kesehatan Inggris, Dr. Meera Chand mengatakan virus punya sifat untuk bermutasi. Jadi kemungkinan di masa depan akan terus melihat varian baru yang muncul.

"Sudah menjadi sifat virus untuk berevolusi dan bermutasi, jadi diharapkan kita akan terus melihat varian baru muncul saat pandemi berlangsung," ungkapnya dikutip dari ABC News.

"Sejauh ini, tidak ada cukup bukti untuk menentukan apakah BA.2 menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada Omicron BA.1, tetapi datanya terbatas."

Menurut WHO, BA2 bukan termasuk varian yang menjadi perhatian (variant of concern/VoC). Artinya belum ada bukti menunjukkan subvarian bakal memperburuk penularan Covid-19, gejala yang parah atau kemanjuran vaksin.

Menurut Kepala Inovasi di Rumah Sakit Anak Boston Universitas Harvard, Dr. John Brownstein, subvarian tetap bisa terdeteksi lewat pengujian cepat PCR. Meskipun disebut sebagai varian Omicron 'siluman'.

Para ilmuwan juga menyarankan masyarakat melakukan tindakan pencegahan yang sama. Yakni segera melakukan vaksinasi serta juga tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, menjaga masker, menghindari keramaian dan tinggal di rumah saat merasa sakit.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Warga RI Jangan Panik, Ini Ada Kabar Baik Terkait Omicron


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading