Studi: Vaksin Rusia Lebih Ampuh dari Pfizer Lawan Omicron

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
21 January 2022 15:30
A Russian medical worker prepares a shot of Russia's Sputnik V coronavirus vaccine in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satu vaksin lagi yang disebut bisa melawan Omicron. Vaksin tersebut adalah vaksin Sputnik V berdasarkan sebuah studi gabungan Rusia dan Italia.

Penelitian tersebut menyebut tingkat antibodi yang dihasilkan vaksin Sputnik V tidak mengalami banyak penurunan untuk melawan Omicron. Bahkan diklaim hasilnya lebih baik dari vaksin Pfizer.

Studi ini didanai oleh Russian Direct Investment Fund (RDIF), yang memasarkan Sputnik V di luar negeri. Para peneliti membandingkan serum orang yang menerima vaksin dengan jenis yang berbeda.


Studi dilakukan lebih dulu oleh para ilmuwan di Institut Spallanzani Italia dan Institut Gamaleya Moskow, yang merupakan pengembang Sputnik V.

Hasil pada sampel yang diambil 3-6 bulan setelah dosis kedua, menunjukkan tingkat antibodi penerima dua dosis Sputnik V lebih resisten pada Omicron dari mereka yang divaksinasi Pfizer. Penelitian itu termasuk pada 51 orang mendapatkan vaksin Sputnik V dan 17 orang dengan Pfizer.

Studi memperlihatkan antibodi spesifik Omicron terdeteksi pada serum darah 74,2% orang dengan vaksin Sputnik. Sementara hanya 56,9% pada penerima vaksin Pfizer/BioNTech, dikutip Reuters, Jumat (21/1/2022).

Penelitian tersebut juga menyinggung soal kebutuhan vaksinasi dosis lanjutan alias booster. "Hari ini kebutuhan vaksin booster ketiga sudah jelas," jelas studi pendahuluan yang terbit 19 Januari lalu.

Sementara pada studi sebelumnya oleh Institut Gamaleya, menunjukkan pemberian vaksin Sputnik Light, satu dosis vaksin, menghasilkan respon antibodi lebih kuat pada Omicron. Ini daripada dua dosis vaksin Sputnik V saja.

"Kemitraan dari platform yang berbeda merupakan kunci, meningkatkan dengan Sputnik Light dapat membantu memperkuat kemanjuran vaksin lain sehubungan dengan adanya tantangan gabungan Delta dan Omicron," jelas kepala RDIF, Kirill Dmitriev.

Varian Omicron diketahui sudah mulai menyebar luas ke banyak negara dunia, termasuk Indonesia. Rusia pun tak lepas dari bencana tersebut dan infeksi baru harian terlihat mengalami peningkatan.

Misalnya terjadi pada hari Selasa sebanyak 38.850 kasus lalu naik 33.899 kasus pada hari sebelumnya. Khusus varian tersebut, Rusia mencatat sudah ada lebih dari 1.600 kasus.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dokter RS Singapura: Omicron Bisa Dominasi Kasus Covid Dunia


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading