Ada Bahaya Besar Mengintai Investor Kripto, Berani Baca?

Tech - Tim, CNBC Indonesia
16 January 2022 20:55
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Studi dari North American Securities Administrators Association (NASAA) melaporkan bahwa tahun 2022, penipuan uang kripto (scams cryptocurrency) akan semakin meningkat.

Untuk itu, para investor diimbau untuk waspada penipuan cryptocurrency menjadi ancaman terbesar investor sejauh ini. NASAA juga mengatakan di tahun 2022, investor harus memahami apa yang mereka investasikan dan dengan siapa mereka berinvestasi dalam hal cryptocurrency agar terhindar dari penipuan.

Wakil Ketua Komite Bagian Penegakan NASAA, Joseph Rotunda, mengatakan bahwa investor harus berhati-hati saat menavigasi 'kegilaan kripto'.


"Investasi dalam mata uang kripto, minat dalam kumpulan penambangan kripto, akun penyimpanan kripto, dan token yang disekuritisasi harus dilihat apa adanya spekulasi yang sangat berisiko dengan risiko kerugian yang tinggi," ujar Joseph.

Menurut NASAA, skema penipuan cryptocurrency yang paling sering terjadi adalah dompet digital palsu dan platform multi level marketing.

Adapun skema standar lainnya seperti 'pump-and-dump', yakni ketika sekelompok orang mengkoordinasikan promosi cryptocurrency untuk menaikkan harga cryptocurrency dan secara tiba-tiba menjualnya sehingga banyak investor yang terjebak di sana.

Peningkatan penipuan di cryptocurrency berjalan seiring dengan peningkatan penggunaan aset kripto dan nilainya di pasar.

Menurut CoinMarketCap, kapitalisasi pasar cryptocurrency secara global saat ini mencapai $2 triliun, dengan Bitcoin memimpin industri itu, diikuti oleh Ethereum, dan Tether. Namun, saat ini ada lebih dari 8.000 cryptocurrency, yang membuka pintu bagi banyak penipuan

"Kisah 'jutawan kripto' menarik beberapa investor untuk mencoba berinvestasi dalam mata uang kripto atau investasi terkait kripto tahun ini, dan bersama mereka, banyak cerita yang mulai muncul mereka yang bertaruh besar dan kalah besar mulai muncul, dan cerita ini akan terus muncul di 2022," kata Enforcement Section Committee Co-Chair Joseph P. Borg dilansir dari ZDNet, Minggu (16/1/2022).

Borg menambahkan, penawaran pribadi yang tidak terdaftar, umumnya merupakan investasi berisiko tinggi dan tidak memiliki persyaratan perlindungan investor yang sama seperti yang dijual melalui public markets.

Meski begitu, pasar cryptocurrency global diprediksi akan terus tumbuh secara eksponensial selama beberapa tahun mendatang. Para ahli memperkirakan, 90% dari populasi global akan mengadopsi cryptocurrency dalam beberapa dekade berikutnya.

Pasar cryptocurrency sendiri telah tumbuh pesat dari US$1,44 miliar pada tahun 2020 menjadi $1,63 miliar pada tahun 2021.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Hati-hati! Bursa Uang Kripto Jadi Incaran Rampok Digital


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading