Syarat & Jenis Booster Vaksin Covid yang Dipakai RI

Tech - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
12 January 2022 14:50
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis ketiga jenis Pfizer kepada warga saat vaksinasi booster Covid-19 di RSUI, Depok, Jawa Barat, Rabu (12/1/2022). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Vaksin dosis ketiga (booster) gratis kepada masyarakat umum yang dimulai pada Rabu (12/1/2022) sudah melalui berbagai kajian seperti izin penggunaan darurat dari Badan POM dan juga kajian dari IKJ dan para organisasi profesi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi. Dari segi keamanan dan penyusunan kombinasinya, Nadia menegaskan vaksinasi booster ketiga ini bisa diberikan kepada seluruh sasaran vaksinasi yang sudah menyelesaikan vaksinasi sampai dengan dosis kedua dengan rentang waktu antara dosis kedua dengan dosis ketiga minimal 6 bulan.

"Tapi kalau belum 6 bulan, ini tidak bisa diberikan vaksinasi," ujar Nadia dalam PROFIT CNBC Indonesia, Rabu (12/1/2022).


Nadia mengungkapkan bahwa vaksin ketiga ini sudah ditentukan oleh pemerintah dengan menggunakan skema heterologous, artinya vaksin ketiga yang diberikan akan berbeda jenis platformnya dengan jenis vaksin dosis satu dan kedua.

Adapun jenis vaksin booster yang sudah ditentukan pemerintah yakni kepada para penerima sinovac dan astrazeneca. Untuk vaksin booster penerima sinovac dosis satu dan kedua, mereka bisa mendapatkan vaksin booster setengah dosis jenis Pfizer dan AstraZeneca.

"Yang mana akan tergantung pada ketersediaan yang ada pada waktu itu di fasilitas pelayanan kesehatan baik puskesmas atau rumah sakit," tambahnya.

Sedangkan untuk mereka yang sudah vaksinasi AstraZeneca lengkap 2 dosis, akan mendapatkan vaksin booster setengah dosis jenis Moderna.

Selain itu, Nadia juga menegaskan bahwa suntikan Booster ini akan diprioritaskan terlebih dahulu kepada lansia dan kepada kelompok rentan. Kategori kelompok rentan adalah mereka yang memiliki penyakit komorbid maupun mereka yang memiliki penyakit-penyakit kelainan imunitas.

Lebih lanjut, selain vaksinasi melalui program pemerintah, Nadia menjelaskan vaksinasi mekanisme melalui program gotong royong juga masih ada. Sehingga perusahaan, badan hukum, dan usaha yang ingin memberikan vaksinasi booster kepada karyawannya atau bahkan kepada masyarakat sekitar di sekitar perusahaan memungkinkan dengan program vaksinasi gotong-royong.

"Mekanismenya pelaksanaannya sama seperti pada pelaksanaan vaksinasi dosis 1 dan dosis 2," pungkas Nadia.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading