Waspada Bahaya Metaverse, Data Dicuri-Pelecehan Seksual

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
31 December 2021 08:35
Bisnis Metaverse Paris Hilton, Pulau Dunia Maya Paris World (Reuters)

Jakarta, CNBC Indonesia - Belum lama sejak mulai dikenal publik, Metaverse sudah mendapat masalah. Beberapa diantara seperti pencurian data hingga pelecehan seksual.

Kasus terakhir diungkap seorang wanita yang mengaku mendapatkan pelecehan seksual di dunia virtual tersebut. Ini diungkapkan oleh seorang penguji beta pada platform VR metaverse Horizon Worlds Meta.


Dia mengaku hampir diraba di platform tersebut. Meta mengungkap insiden pada 1 Desember dan kejadiannya terjadi pada 26 November. Kejadian tersebut juga sudah dilaporkan pada grup Facebook pengujian beta.

"Pelecehan seksual bukanlah lelucon di internet biasa, namun berada di VR menambahkan lapisan lain yang membuat intens," tulisnya, dikutip dari NY Post, Jumat (31/12/2021).

"Bukan hanya saya yang diraba tadi malam, namun ada orang lain di sana yang mendukung perilaku itu, membuat saya merasa terisolasi".

Jajak pendapat Pew Research tahun 2020, menyebutkan pelecehan online dalam kategori parah meningkat dari tahun 2014 sebanyak 15% menjadi 25%. Itu terjadi sebagian besar pada media sosial, VR yang masih terhitung baru juga telah menjadi tempat pelecehan.

Dalam keterangannya mengenai insiden itu, Meta merujuk pada fitur 'Safe Zone'. Ini memungkinkan pengguna memblokir interaksi dengan pengguna lain.

Namun memang menurut wakil presiden Horizon, Viviek Sharma kepada The Verge, pihaknya masih perlu bekerja membuat fitur lebih mudah dan bisa ditemukan.

Kepada MIT Technology Review, juru bicara Meta, Krstina Millian mengatakan pengguna harus menyelesaikan pelatihan termasuk alat perlindungan sebelum bergabung dengan Horizon Worlds. Ada juga pengingat selama pengguna menggunakan alat itu.

Peneliti pelecehan online di Universitas Washington, Katherine Cross mengatakan ruang realitas virtual punya sifat yang didesain mengelabui pengguna. Jadi mereka akan berpikir memang secara fisik ada di ruang tersebut.

"Bahwa setiap tindakan tubuh mereka terjadi dalam 3-D," ungkapnya. "Itu bagian dari alasan mengapa reaksi emosional bisa lebih kuat di ruang itu dan mengapa VR memicu sistem saraf internal dan respon psikologis yang sama".


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Detik-detik Facebook Ganti Nama Menjadi Meta


(npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading