2021 in Review

Xiaomi, Oppo & Vivo Berebut Jadi Raja HP di RI, Jawaranya?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
27 December 2021 17:45
Warga membeli kartu perdana di ITC ROXY MAS, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Aturan pajak penyelenggara jasa telekomunikasi mulai di berlakukan namun aturan itu tidak terdampak pada pembelian pulsa, kartu perdana atau token listrik. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) 
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, ketentuan pajak pulsa yang mulai berlaku (1/2/2021) bertujuan menyederhanakan pengenaan PPN dan PPH atas pulsa atau kartu perdana, token listrik dan voucer serta untuk memberikan kepstian hukum.   (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun 2021 ini ditandai dengan vendor smartphone yang bergantian menduduki peringkat satu pasar smartphone di Indonesia. Ini terjadi selama tiga kuartal sepanjang tahun.

Pada Q1 2021, Canalys melaporkan Oppo menjadi raja smartphone Indonesia. Kala itu Oppo memiliki 24% pangsa pasar dengan kenaikan tahunannya 39%.

Sementara Samsung di urutan kedua dengan 19% namun menurun 5%. Vivo berada di peringkat ketiga dengan 19% (+17%), urutan keempat dan kelima adalah Xiaomi 18% (+37%) dan Realme 12% (+39%).


Berikutnya pada kuartal II-2021 giliran Xiaomi yang ada di puncak. Ini berdasarkan laporkan IDC Indonesia dan Counterpoint.

IDC Indonesia memperkirakan Xiaomi memegang lebih dari 25% pangsa pasar smartphone dalam negeri. Oppo tergeser ke peringkat dua dengan 20%. Vivo, Samsung, dan Realme melengkapi lima besar kala itu.

Xiaomi berhasil menjadi jawara smartphone karena ponsel murahnya Redmi 9A dan Redmi 9C. Perusahaan juga disebut membangun saluran penjualan di Indonesia.

Xiaomi juga berhasil merebut posisi Oppo di segmen kelas menengah (antara US$200 hingga US$400). Namun Oppo saat itu masih memimpin untuk kelas bawah (dibanderol US$100 hingga US$200).

Pada laporan Counterpoint, Xiaomi duduk di posisi pertama dengan 26% pangsa pasar. Berada di belakangnya adalah Vivo serta Oppo masing-masing 21% dan 20%. Posisi keempat ada Samsung (13%) dan Realme (11%).

"Keberhasilan Xiaomi di kuartal ini adalah karena popularitasnya untuk produk 'nilai terbaik untuk uang', kehadiran online yang kuat, manajemen inventaris yang relatif ramping, dan kekurangan komponen global, yang memaksa pesaing seperti Samsung untuk memprioritaskan pasar tertentu," ujar Analis Senior Glen Cardoza.

Oppo kembali ke posisi pertama dan menggeser dominasi Xiaomi di pasar Indonesia pada kuartal III-2021. Counterpoint menyebut Oppo menguasai pasar Indonesia sebesar 22% dan Xiaomi ada di peringkat keempat karena kekurangan komponen jadi sumber masalah tersebut.

Samsung ada di belakang Oppo dengan 19%, Vivo di posisi tiga memiliki pangsa pasar mencapai 18%. Di posisi lima, Realme menguasai 12% pasar dan vendor smartphone lain 11%.

Menurut laporan IDC Indonesia, Oppo kembali ke posisi pertama karena bisa menjaga persediaan yang relatif stabil meskipun ada masalah kekurangan pasokan. Oppo disebut juga masih menguasai pasar low-end dan jadi penyumbang sebagian besar pengiriman saat itu.

IDC juga melaporkan Vivo di peringkat kedua. Perusahaan bisa meningkatkan penjualan offline dan mempertahankan pasokan. Xiaomi yang terlempar ke posisi ketiga dikarenakan masalah pada pasokan dan persediaan ketat, namun masih menguasai segmen kelas menengah.

Samsung dan Realme berada di peringkat keempat dan kelima dalam laporan IDC. Samsung disebut mengalami penurunan pengiriman akibat ritel tutup saat lockdown, sementara Realme masih mampu mempertahankan jumlah pengiriman, namun ada kekhawatiran soal kekurangan pasokan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mau Ganti HP Baru? Siap-siap Harga Smartphone Mau Melejit


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading