1 Orang Kena Omicron, Menkes: Belum Ada Transmisi Komunitas

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 December 2021 11:48
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin dalam konfrensi Pers terkait “Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, 22 Nov 2021 (Tangkapan Layar Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan mengonfirmasi satu kasus Omicron dan 5 kasus kemungkinan varian tersebut di Indonesia. Namun hingga sekarang belum terdeteksi transmisi komunitas di dalam negeri.

"Sampai sekarang transmisi komunitas belum kita temui, walaupun terus melakukan sampling genome sequencing yang lebih ketat," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers, Kamis (16/12/2021).

Dia menjelaskan satu kasus konfirmasi dan 5 kasus kemungkinan Omicron terjadi di tempat karantina. Sementara itu satu kasus terkonfirmasi di Wisma Atlet tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.


Hal ini juga pernah terjadi di Hong Kong, yakni saat kasus terkonfirmasi berasal dari orang yang melayani pasien. Karena berada di Wisma Atlet, maka orang tersebut sekarang di isolasi di asrama.

Budi juga menjelaskan cara pemerintah untuk mengantisipasi hal ini. Yakni meningkatkan Whole Genome Sequencing (WGS) konfirmasi yang terjadi.

"Standarnya 5% dilakukan WGS, sekarang rencana 10%. Semua kasus konfirmasi kita WGS. Supaya kalau ada Omicron tahu lebih cepat," jelasnya.

Indonesia juga menggencarkan penggunaan PCR dengan teknologi SGTF. PCR ini memberikan indikasi jika positif kemungkinan besar Omicron.

"Karena PCR bisa kita peroleh 4-6 jam, untuk genome sequencing 5-7 hari," ungkap Budi.

Sebagai informasi, terkonfirmasi kasus pertama Omicron di Indonesia. Ini ditemukan dari salah satu pekerja di Wisma Atlet.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sederet Fakta Ditemukannya Covid-19 Varian Omicron di RI


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading