Ini Software Monitoring Tools Khusus E-Commerce & Marketplace

Tech - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
08 December 2021 12:22
Ilustrasi toko online. iStockphoto

Jakarta, CNBC Indonesia - Marketplace menjadi salah satu pemain terbesar dalam bisnis digital Indonesia. Transaksi marketplace di Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan signifikan selama lima tahun terakhir.

Sebagai pihak ketiga dalam transaksi online, marketplace menyediakan tempat berjualan dan fasilitas pembayaran. Adapun dalam memonitoring marketplace, pelaku dapat menggunakan InsightBuzz Tools for the Digital Age.

InsightBuzz merupakan software open-dashboard pertama yang memberikan wawasan dan data dari marketplace mengenai jumlah penjualan, merek yang terjual, lokasi penjualan, penjualan toko, dan informasi lain yang dibutuhkan para pemilik usaha atau marketing manager. Dengan tools ini, pengguna dapat memperoleh data dan insight dari marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, JD.id, OLXl, dan Bukalapak.


Di samping itu, dapat mengetahui harga produk yang ditawarkan oleh pesaing, penjualan yang dilakukan oleh pesaing, toko yang melakukan penjualan terbanyak, area yang paling banyak menjual, serta informasi lainnya yang dapat ditarik secara real time.

Pemilik usaha dan merek dapat bersaing di pasar online dan tetap terdepan dalam persaingan dengan dukungan data ini.

Ada 3 hal yang merupakan keunggulan tools InsightBuzz, yaitu dasbor dibuat khusus dan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis masing-masing perusahaan/pebisnis sehingga memberikan insight yang tajam, cepat, dan akurat.

Kedua adalah data berbasis website real time dan sudah berupa insight yang dapat ditarik kapan saja melalui PC atau HP, serta dapat diunduh untuk keperluan laporan atau presentasi.

Keunggulan lain adalah menyajikan data penjualan yang dibutuhkan divisi sales, marketing hingga pemimpin perusahaan, sampai ke merek pesaing, varian produk, lokasi toko, penjualan harian, dan tautan ke toko-toko yang menjual produk tersebut.

Dengan InsightBuzz, penjual dapat mengetahui potensi penjualan di marketplace, mengetahui potensi kerja sama dengan merchant-merchant besar di marketplace, memonitor penjualan produk sendiri, penjualan produk pesaing dan strategi penjualan ke depannya baik di e-commerce maupun di marketplace.

Selain itu, penjual dapat mengungkap berbagai jenis pelanggaran potensial yang dapat mempengaruhi merek, termasuk pemalsuan, pelanggaran merek dagang, atau pelanggaran hak cipta, paten, atau hak desain.

Untuk informasi, Insight First Asia adalah perusahaan lokal yang digawangi oleh tim yang berpengalaman di industri dan di perusahaan global. Berdiri sejak 2016 di bawah bendera PT Wawasan Satu Konsultan, Insight First Asia merupakan perusahan konsultan di bidang Integrated Marketing and Communication (IMC) yang memiliki 4 pillar bisnis yaitu IMC, market research, big data analytic dan training yang sebelumnya juga memiliki tools social media monitoring yang bermanfaat dalam mendengarkan perbincangan terkait brand, sentimen positif atau negatif, juga volume pembicaraan dari platform-platform besar sosial media.

Dua tahun terakhir, Insight First Asia menambahkan dua divisi baru yaitu Insight First Asia Publishing yang menerbitkan buku-buku tentang entrepreneurship, marketing serta branding dan divis Insight First Asia Academy yang memberikan kursus online (e-course) terkait bisnis, marketing juga entrepreneurship. Hingga saat ini, Insight First Asia telah melayani klien dari dari 18 jenis industri yang berbeda baik B2B maupun B2C dari berbagai perusahaan dari dalam dan luar negeri.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

e-Commerce ini Kuasai Brasil dalam 2 Tahun, Apa Rahasianya?


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading