Ada Rupiah Digital, BI Jamin Uang Kertas Tak Sampai 'Kiamat'

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
30 November 2021 13:38
Ilustrasi Investasi (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) menjamin keberadaan uang kertas maupun logam, meskipun nantinya muncul rupiah digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC). Porsi peredaran akan disesuaikan dengan kebutuhan di masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Juda Agung, calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) saat uji kepatutan dan kelayakan bersama Komisi XI, DPR RI, Selasa (30/11/2021).

"CBDC di dalam implementasinya bisa dilakukan secara bertahap. Sekian persen 20% dari uang beredar, tidak full menggantikan, tetap uang kertas uang logam dan digital itu," jelasnya.


Konsep tersebut tentunya mampu mengurangi risiko, seperti gangguan pada sistem atau yang lebih buruk yaitu mati listrik.

"Kalau semua serba digital akan menjadi risiko besar sehingga harus dilakukan, harus tetap ada uang kertas uang logam," papar Juda yang kini menjabat Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.

Juda menyadari, transaksi digital kin meningkat pesat. Dalam laporan tahunan BI 2021, disebutkan transaksi uang elektronik pada 2021 diperkirakan mencapai Rp 40.000 triliun atau akan naik 41,2% secara tahunan (year on year/yoy). Serta akan kembali tumbuh tinggi 16,3% (yoy) hingga mencapai Rp 337 triliun pada 2022.

Adapun transaksi e-commerce pada tahun ini diramal akan menembus Rp 403 triliun atau tumbuh 51,6% (yoy) dan akan terus meningkat pada 2022 hingga mencapai Rp 530 triliun atau tumbuh 31,4% (yoy).

Sejalan dengan perkembangan ekonomi digital, transaksi pembayaran digital banking pada 2021 juga diproyeksikan naik 46,1% (yoy) atau mencapai Rp 40.000 triliun dan berlanjut naik 21,8% hingga mencapai Rp 48.600 triliun pada 2022.

"Dengan CDBC bank sentral tetap menjaga efektivitas kebijakan moneter dan menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong inklusi keuangan," terangnya.

Ada dua opsi pendekatan dalam digitalisasi rupiah. Pertama, direct (one tier) atau indirect (two tier). Direct kata Juda bisa melalui rumah tangga atau korporasi yang mendapatkan token dari bank sentral.

"Indirect itu melalui 2 tahap, tier pertama perbankan dan para pengguna baik rt dan korporasi. Menurut kami, yang kedua lebih tepat seperti peredaran uang kertas dan logam saat ini. Bank sentral mengedarkan melalui perbankan dan masyarakat mendapatkan uang kertas dan logam dari perbankan tersebut," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading