Bye Uang Kertas! Simak Deretan Keuntungan Penggunaan QRIS

Tech - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
10 August 2021 17:25
Dompet elektronik milik Gojek, GoPay memperdalam kerja sama dengan organisasi muslim terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, dalam bidang donasi non-tunai melalui implementasi QRIS dari Bank Indonesia di Kotak Infaq Nahdlatul Ulama (KOIN NU). (Ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengimbau kepada seluruh pelaku dagang untuk memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) sebagai alat transaksi di tengah pandemi Covid-19.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengemukakan penggunaan QRIS merupakan langkah konkret dalam menggenjot digitalisasi serta upaya memitigasi pandemi.

"Pandemi ini memberikan pesan pada kita agar kita bertransformasi makin digitalized. Sehingga lebih aman secara kesehatan dan lebih cepat dan praktis dari segi teknis transaksi." kata Jerry, Kamis (10/8/2021).


Jerry memandang, penggunaan QRIS akan lebih menguntungkan. Pasalnya, para pedagang dan pelaku usaha akan mengurangi kerepotan dan kerumitan pada proses transaksi tunai.

"Kultur harus diubah sedikit demi sedikit karena ke depan memang arahnya akan terdigitalisasi semua. Bahkan untuk daerah perkotaan, belum semua menggunakan transaksi secara digital secara optimal," jelasnya.

Di tengah pandemi, penggunaan QRIS juga akan membuka terobosan dalam proses belanja. Jerry mengatakan, bahwa agar bisa berjualan di tengah berbagai pembatasan aktivitas sosial, penggunaan QRIS bisa membuka alternatif baru.

"Jadi para tenant tinggal pasang QRIS saja. Kirim barcode QRIS ke jaringan whatsapp dan yang lain. Jadi customer pesan dan bayar langsung tanpa harus ke mal, lewat jaringan online saja. Dengan begitu dampak pandemi dalam penjualan bisa ditekan"

Selain menguntungkan masyarakat dan pelaku usaha, digitalisasi transaksi juga akan menguntungkan negara, khususnya dalam membantu Bank Indonesia (BI) untuk menekan penggunaan uang fisik.

Menurutnya, Ini akan menekan biaya pencetakan uang baru dan berbagai proses mekanisme di bank-bank yang melayani masyarakat. Pada tahun 2015 lalu misalnya, biaya cetak uang rupiah sepanjang tahun mencapai Rp 3,5 triliun.

"Intinya dengan digitalisasi, dengan penggunaan QRIS semua akan diuntungkan. Karena itu mari kita bantu BI dan Pemerintah untuk terus sosialisasikan digitalisasi transaksi." jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Horeee! Sebentar Lagi, Belanja di Malaysia Bisa Pakai Rupiah


(cha/cha)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading