Bukan Samsung atau Xiaomi, Ini lho Raja Baru Ponsel RI

Tech - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
27 November 2021 13:10
Oppo A15 (Dok. Oppo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Oppo baru-baru ini menduduki puncak tertinggi dalam penguasaan pasar ponsel di Indonesia. Oppo berhasil menggeser singgasana Xiaomi yang sebelumnya berada di posisi pertama.

Laporan dari lembaga riset Counterpoint Research menyebut, Oppo berhasil menguasai pasar smartphone dalam negeri dari sisi pengiriman (shipment).

Oppo juga disebut menguasai pasar smartphone Indonesia dengan pangsa pasar 22%. Perusahaan tersebut menggeser Xiaomi yang duduk di singgasana juara pada kuartal II-2021.


Masalah pandemi dan kekurangan komponen global menjadi alasan penurunan pengiriman smartphone Indonesia ke level 6% pada kuartal III-2021, dibandingkan pada 2020 di waktu yang sama. Counterpoint menyebut Oppo, Xiaomi, Samsung, Vivo, dan Realme terdampak atas kekurangan komponen tersebut.

"Oppo menjadi vendor yang paling tidak terpengaruh oleh kekurangan komponen selama kuartal tersebut. Ini sebagian karena dampak terbatas dari kenaikan infeksi Covid-19 dan PPKM pada manufaktur OPPO di Indonesia," tulis Paula Ruth selaku analis Counterpoint Research belum lama ini.

Sementara itu, merek Samsung berada di urutan kedua dengan pangsa pasar 19%. Pada kuartal III-2021, kinerja Samsung berhasil meningkat dikarenakan adanya peluncuran smartphone baru serta pemulihan dari masalah produksi setelah adanya pelonggaran lockdown di Vietnam.

Posisi ketiga disusul Vivo dengan pangsa pasar mencapai 18%. Adapun Xiaomi merosot dari peringkat satu ke peringkat keempat. Kekurangan komponen menjadi sumber masalah hasil tersebut.

Adanya permasalahan peningkatan biaya komponen membuat Xiaomi menaikkan harga empat model smartphone pada pertengahan Oktober, di antaranya Redmi 9A, Redmi 9C, POCO M3 Pro 5G dan Redmi Note 10 5G.

Menutup lima besar, ada Realme yang berhasil menguasai pasar 12%. Sementara vendor smartphone lain mendapatkan 11% pangsa pasar.

Counterpoint mengatakan, tanda pemulihan di Indonesia terlihat jelang akhir kuartal II-2021. Sebab kasus Covid-19 mulai menurun di dalam negeri. Namun, ini bisa terpengaruh karena masalah ketidakpastian pasokan.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading