Warning Kominfo Soal Bahaya Challenge 'Add Yours' Instagram

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
24 November 2021 06:44
Instagram

Jakarta, CNBC Indonesia - Fitur 'Add Yours' di Instagram lagi ramai dibicarakan karena beberapa data pengguna dipakai untuk penipuan. Fitur ini ternyata memberikan data pribadi di Instagram Story.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengingatkan potensi bahaya dari fitur 'Add Yours'. Yakni adanya modus kejahatan siber dengan teknik social engineering.

"SobatKom ada yang FOMO gak nih? Alias fear of missing out. Anti banget ketinggalan trend yang lagi hits. Termasuk fitur baru yang satu ini nih. Saling membagikan gambar dari pertanyaan yang diberikan," ujar Kominfo dalam Instagramnya dikutip Selasa (24/11/2021).


"Tahukah Sob, informasi yang diminta dan kita bagikan jika dikumpulkan bisa menjadi kumpulan data pribadi. Data pribadi yang kita sebarkan ke dunia maya berpeluang untuk disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab."

Social engineering adalah teknik manipulasi psikologi agar individu atau grup mau melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi tertentu secara sukarela. Teknik tak hanya digunakan di media sosial tetapi juga dilayanan komunikasi lainnya.

Salah satu adanya melalui telepon dengan mengaku sebagai costumer service atau staf instansi bidang keuangan suatu perusahaan. Mereka akan meminta data pribadi korban.

Bisa juga dengan mengirimkan link tautan melalui aplikasi pesan atau email yang mengarahkan korban ke website phising atau aplikasi untuk penyalahgunaan data pribadi.

Kominfo menjelaskan para pelaku social engineering ini mengincar data pribadi korban untuk mendapatkan berbagai akses ilegal seperti rekening bank, dompet digital, hingga mendaftarkan korban ke aplikasi-aplikasi ilegal seperti peminjaman uang ilegal dengan mengatasnamakan data pribadi korban.

Beberapa data pribadi yang dapat disalahgunakan adalah:

  • nama lengkap
  • nama semasa kecil
  • nama ibu
  • spill nomor identitas
  • alamat pribadi
  • data biometrik (sidik jari, scan retina dan lain-lain)
  • SIM
  • nomor paspor
  • plat nomor kendaraan
  • alamat internet protokol

Untuk menghindari penipuan Kominfo menyarankan masyarakat jangan mudah tergiur dengan hal-hal yang sedang tren. Jangan sebar atau memberikan data pribadimu kepada siapapun.

"Bila kamu di telepon oleh seseorang yang mencurigakan, segera tutup dan blokir nomor tersebut. Simpan data pribadimu dengan baik," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading