Bukan Xiaomi, Oppo & Vivo, Ini Raja Smartphone Sebenarnya

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
23 November 2021 18:10
Warga membeli kartu perdana di ITC ROXY MAS, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Aturan pajak penyelenggara jasa telekomunikasi mulai di berlakukan namun aturan itu tidak terdampak pada pembelian pulsa, kartu perdana atau token listrik. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) 
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, ketentuan pajak pulsa yang mulai berlaku (1/2/2021) bertujuan menyederhanakan pengenaan PPN dan PPH atas pulsa atau kartu perdana, token listrik dan voucer serta untuk memberikan kepstian hukum.   (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Samsung berhasil menjadi raja smartphone global pada kuartal III-2021 dari sisi penjualan (sales). Raksasa Korea Selatan itu berhasil menjungkalkan perusahaan China yakni Xiaomi, Oppo, dan Vivo.

Dalam laporan Gartner, Samsung berhasil menjual 69 juta unit pada kuartal III-2021 dengan market share (pangsa pasar) 20,2%. Di lima besar, hanya Samsung yang bisa mengumpulkan masker share lebih dari 20%.

Sementara itu di urutan kedua ada Apple yang baru saja meluncurkan iPhone 13. Perusahaan berhasil menjual 48,4 juta unit dengan pangsa pasar 14,2%. Xiaomi berada di belakangnya dengan 44,4 juta unit dan 13% market share.


Sementara Vivo dan Oppo masing-masing menjual 36 juta dan 33,6 juta unit. Vivo memiliki market share 10,5% dan 9,8% untuk Oppo. Selain lima vendor itu, perusahaan-perusahaan lainnya yang masuk dalam kategori Others menjual dengan jumlah 110,7 juta dan market share 32,3%.

Gartner mencatat hanya Samsung yang mengalami penurunan penjualan smartphone jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Kuartal III-2020, Samsung menjual 80,8 juta unit smartphone berbanding dengan kuartal III-2021 sebanyak 69 juta unit.

Market share Samsung juga menurun dari 22,1% menjadi 20,2%. Hanya Samsung yang mengalami penurunan. Sementara empat perusahaan lain mengalami kenaikan penjualan.

Gartner melaporkan penjualan ponsel ke end user pada kuartal tiga menurun 6,8% dibandingkan dalam periode yang sama tahun lalu. Kekurangan komponen menjadi alasan utama penurunan tersebut.

Sebab ini berdampak pada jadwal produksi. Serta menyebabkan persediaan menjadi lebih rendah dan ketersediaan produk tertunda, yang akhirnya berdampak ke penjualan ke pengguna akhir.

"Meskipun permintaan konsumen yang kuat, penjualan smartphone menurun karena peluncuran yang tertunda, jadwal pengiriman yang lebih lama dan persediaan tidak mencukupi di kanal tersebut," ungkap direktur riset senior Gartner, Anshul Gupta, dikutip dari laman resmi perusahaan, Selasa (23/11/2021).

"Keterbatasan pasokan berdampak pada jadwal produksi smartphone dasar dan utilitas lebih dari smartphone premium".


[Gambas:Video CNBC]

(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading