Mencekam! Ribuan Kalajengking Serbu Mesir, Kutukan Firaun?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 November 2021 07:45
Sungai Nil, Laut Merah dan Laut Mediterania (10/6/2019) (Johnson/Nasa)


Sungai Nil, Laut Merah dan Laut Mediterania dipisahkan oleh berbagai negara bergurun sepreti Mesir, Arab Saudi, Israel dan Yordania seperti terlihat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional yang mengorbit 254 mil di atas Afrika.

Jakarta, CNBC Indonesia - Badai yang terjadi di Mesir bagian selatan membuat banyak kalajengking keluar dari bawah tanah. Para kalajengking itu bahkan menyerang warga setempat.

Kejadian itu mengakibatkan ratusan warga terluka. Serta setidaknya ada tiga orang warga yang dilaporkan meninggal karena tersengat kalajengking.

Laporan tersebut disampaikan organisasi berita Mada yang berbasis di Mesir. Wilayah tersebut dihantam hujan es selama beberapa hari. Curah hujan dan banjir selain menumbangkan pohon dan memutus aliran listrik di beberapa bagian Aswan, juga menjadi penyebab kalajengking keluar dari tempat tinggalnya.

Namun Mada melaporkan Gubernur Aswan, Mayor Jenderal Ashraf Attiya dan pejabat menteri kesehatan setempat membantah kematian tiga warga diakibatkan sengatan kalajengking.

Sementara itu, Al Jazeera melaporkan gejala para korban yang terkena sengatan kalajengking. Dari demam bahkan diare serta tremor otot.

"Orang-orang yang disengat mengatakan gejala mereka termasuk sakit parah, demam, berkeringat, muntah, diare, tremor otot dan kepala berkedut," tulis Al Jazeera, dikutip Live Science, Kamis (18/11/2021).

Dalam pernyataan yang diunggah ke Facebook tanggal 13 November, juru bicara Kementerian Kesehatan Khaled Megahead mengatakan pihak gubernur Aswan telah mendistribusikan lebih dari 3.000 seru anti-bisa. Ini ditunjukkan bagi orang yang terluka dan dibawa ke rumah sakit dan klinik, serta mempersiapkan jika ada insiden di masa depan.

Mesir sendiri memiliki banyak spesies kalajengking. Pada 2017, para ilmuwan di Buletin Sains Al Azhar menyebutkan setidaknya ada 31 spesies hewan tersebut.

Salah satunya adalah kalajengking ekor gemuk dalam genus Androctonus. Jenis ini dianggap sebagai kalajengking paling mematikan di Bumi.

Ada juga kalajengking deathstalker (Leiurus quinquestriatus) biasanya terlihat di Aswan. Laporan New York Times menyebutkan kalajengking itu tiap tahunnya menyengat lusinan orang di wilayah tersebut.


Kejadian serangan kalajengking ini disebut sebagai peristiwa cuaca ekstrem di Aswan karena adanya perubahan iklim. Ini diungkapkan oleh Mahmoud Shaheen yang merupakan direktur pusat analisis dan prakiraan cuaca di Otoritas Meteorologi Mesir, seperti dilaporkan portal berita setempat Masrawy. 


[Gambas:Video CNBC]

(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading