Wah! Korsel Siap Komersialisasi Taksi Terbang 2025

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
12 November 2021 19:00
Volocopter

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Selatan baru saja menguji taksi terbang di ibukota Seoul. Bernama Urban Air Mobility (UAM) uji coba dilakukan pada Kamis (11/11/2021) kemarin.

Korea Selatan sudah mengumumkan peta jalan memulai kendaraan terbang perkotaan secara komersial 2025 pada 2020. Kementerian Transportasi setempat mengestimasi layanan bisa memotong waktu perjalanan sejauh 30-50 km dengan kendaraan selama satu jam menjadi hanya 20 menit lewat udara.

Menteri transportasi, Noh Hyeong-Ouk mengatakan pentingnya uji coba kemarin sebab UAM diharapkan jadi salah satu transportasi umum yang digunakan sehari-hari.


"Karena UAM diharapkan jadi salah satu alat transportasi umum yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, maka mutlak kita haru menguji dan mencoba layanan UAM dalam berbagai lingkungan," ungkapnya dikutip Reuters, Jumat (12/11/2021).

Dalam uji coba itu terlihat pilot menerbangkan kendaraan bermodel dua kursi. Dia menerbangkan kendaraan buatan Volocopter Jerman di Bandara Gimpo untuk mengujicobakan dan mendemonstrasi kontrol dan koordinasinya.

Taksi terbang itu didukung rotor seperti helikopter untuk lepas landas dan pendaratan vertikal. Saat uji coba, kendaraan itu bisa dioperasikan secara mandiri tanpa bantuan tersebut.

Uji terbang ini menentukan sistem kontrol lalu lintas udara. Akan mengelola penerbangan domestik dan internasional di bandara dan memantau serta mengelola pesawat UAM.

"Hal ini menunjukkan operasi lalu lintas udara bisa dilakukan selaras dengan operasional UAM," kata pernyataan Kementerian Transportasi Korea Selatan.

Perjalanan komersial yang diperkirakan dimulai tahun 2025 akan dibanderol 110 ribu won atau Rp 1,3 jutaan. Namun pihak Kementerian mengungkapkan harga akan turun jadi 20 ribu won (Rp 241 ribu) per perjalanan setelah 2025 saat pasar menjadi lebih matang.

Dalam kesempatan yang sama desainer asal Korea Selatan juga memamerkan kendaraan terbang buatan sendiri. Dia memanjang protoptipe berukuran penuh diharapkan bisa uji terbang pada 2022 mendatang.

Kementerian Transportasi menyebutkan uji coba nanti bertujuan mengembangkan operasional kendaraan dengan lima kursi.

Teknologi lain yang diperlihatkan termasuk alat pencitraan untuk deteksi serta melacak pesawat, serta sistem pencahayaan untuk tempat drone mendarat dan lepas landas.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading