AirAsia Siapkan Taksi Terbang di Kuala Lumpur, Cek Tarifnya

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
13 April 2022 17:15
Taksi terbang AirAsia

Jakarta, CNBC Indonesia - Capital A, induk dari maskapai penerbangan murah Malaysia, AirAsia, mengambil langkah awal untuk menghadirkan layanan taksi terbang di Asia Tenggara.

"Urban Air Mobility adalah konsep baru, oleh karena itu fokusnya adalah menciptakan dan memungkinkan ekosistem dan fondasi untuk pengembangan dan pertumbuhan di masa depan," kata Head Safety AirAsia Group Liong Tien Ling, dikutip dari Nikkei Asia, Rabu (13/4/2022).

Air Asia Aviation Group, pada Februari, telah menandatangani nota kesepahaman untuk menyewa minimal 100 unit VX4, pesawat bertenaga listrik yang bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal (eVTOL) dari Avolon, sebuah perusahaan leasing yang berbasis di Irlandia. Avolon memesan VX4s dari produsen Inggris Vertical Aerospace.


Sebuah tim dibentuk yang terdiri dari tiga perusahaan. Mereka akan mengadakan pertemuan pertamanya bulan ini di Kuala Lumpur, yang bertujuan untuk menghadirkan VX4s di Asia Tenggara pada 2025.

Untuk bisa beroperasi di udara, taksi terbang ini memerlukan sertifikat tipe, bersama dengan aturan dan infrastruktur penerbangan khusus untuk pendaratan, lepas landas dan parkir.

Vertical Aerospace sendiri saat ini sedang dalam proses mendapatkan sertifikasi tipe di Eropa. Perusahaan berencana untuk memulai penerbangan uji cepat bulan ini.

Di Singapura, pemerintah telah menunjuk pusat mobilitas udara di Seletar Aerospace Park untuk menguji coba taksi terbang ini.

Adapun di Malaysia, operasi taksi terbang ini akan dimulai sebagai penghubung antara pusat Kuala Lumpur dan bandara internasional kota tersebut, yang akan mengurangi waktu tempuh perjalanan dari satu jam menggunakan mobil menjadi hanya 17 menit.

Tarif taksi terbang diperkirakan kurang dari US$50 atau sekitar Rp 720 ribu per orang, jika empat penumpang berbagi satu unit pesawat.

Namun, baik Jepang maupun AS sedang dalam proses menggodok peraturan untuk taksi terbang. Di sisi lain, Asia Tenggara sedang mengejar ketertinggalan karena permintaan akan layanan tersebut diproyeksikan melonjak di wilayah yang dilanda kemacetan lalu lintas. Pada tahun 2050, 161.000 taksi terbang diprediksi beroperasi di seluruh dunia.

AirAsia adalah salah satu pemimpin dalam bisnis maskapai berbiaya rendah di kawasan Asia Tenggara dan mencakup operator yang berbasis di Indonesia dan Thailand.

Jaringan tersebut akan digunakan untuk memperluas bisnis taksi udara di seluruh Asia Tenggara. Namun, selain sertifikasi tipe dan infrastruktur, kesulitan ekonomi baru-baru ini juga menimbulkan tantangan signifikan terhadap ambisi tersebut.


[Gambas:Video CNBC]

(Intan Rakhmayanti Dewi/dem)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading