Luhut Buka Opsi Wajibkan PCR Hambat Mobilitas!

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
08 November 2021 17:35
Keterangan Pers Menteri terkait Hasil Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, Jakarta, (8/11/2021). (Tangkapan layar Setpres RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus mempersiapkan diri menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang bisa terjadi di masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Dalam keterangan pers, Senin (8/11/2021), Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan bilang kalau kenaikan kasus di nataru tahun lalu berujung pada tertahannya laju pertumbuhan ekonomi.

"Untuk itu, kehati-hatian menghadapi nataru harus menjadi prioritas bagi pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Ini perlu kita perhatikan," ujarnya.

"Kita sedang mengevaluasi apakah nanti penahanan mobilitas penduduk ini akan kita terapkan kembali pelaksanaan dari PCR itu sedang kami kaji," lanjutnya.



Luhut pun meminta publik jangan berpikir pemerintah tidak konsisten. Sebab, pemerintah mengambil kebijakan mengacu pada pergerakan manusia dan kenaikan kasus Covid-19.


"Ini sekarang seperti science and art. Jadi memutuskan ini seperti operasi militer, kita melihat dengan cermat, jadi jangan ada pikiran ke mana-mana kok berubah-ubah," kata Luhut.

Lebih lanjut, dia juga bilang kalau pemerintah mencermati indikasi penularan varian delta plus virus corona di Malaysia.

"Semua kita cermati dengan baik dan itu juga berasal dari UK," ujar Luhut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Luhut: Kita Belum Bisa Berharap akan Terjadi Herd Immunity


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading