Berubah Jadi Meta, Facebook Hapus Teknologi Pengenalan Wajah

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
03 November 2021 15:45
A smartphone with Meta logo and a 3D printed Facebook logo is placed on a laptop keyboard in this illustration taken, October 28, 2021. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Facebook, atau sekarang yang bernama Meta, menutup sistem pengenalan wajah. Ini terjadi saat adanya peningkatan kekhawatiran dari pengguna dan sejumlah regulator.

Perubahan ini berdampak pada penghapusan template lebih dari 1 miliar pengenalan wajah individu. Dengan kebijakan ini perusahaan tidak lagi mengenali wajah orang di foto atau video secara otomatis, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (3/11/2021).

Kebijakan itu akan berdampak pada teknologi alt text otomatis. Teknologi digunakan untuk menggambarkan gambar pada orang tunanetra atau memiliki masalah pada penglihatan.


Kemudian, layanan Facebook yang bergantung pada sistem face recognition akan dihapus dalam beberapa minggu ke depan.

Perusahaan mengatakan ada banyak kekhawatiran soal teknologi itu. Termasuk regulator masih dalam proses membuat seperangkat aturan dalam penggunaannya.

"Di tengah ketidakpastian, kami percaya membatasi penggunaan pengenalan wajah untuk sejumlah kasus penggunaan yang sempit adalah hal tepat," ungkap Meta.

Dalam unggahan di blog resmi, perusahaan mengatakan mengakhiri penggunaan sistem pengenalan wajah jadi bagian 'seluruh perusahaan untuk menjauhi jenis identifikasi luas ini'.

Meta mengatakan lebih dari sepertiga pengguna aktif harian Facebook atau lebih dari 600 juta akun memilih menggunakan teknologi itu.

Sementara itu, Meta menambahkan masih mempertimbangkan penggunaan face recognition untuk kasus saat orang butuh verifikasi identitas mereka. Dengan begitu menghindari penipuan dan peniruan identitas orang lain.

Pengenalan wajah di masa depan, Meta mengatakan akan 'terus mengumumkan penggunaan yang dimaksudkan, bagaimana ornag punya kontrol atas sistem ini dan data pribadi mereka'.

Tahun 2012 adalah awal Facebook masuk ke teknologi pengenalan wajah. Saat iut perusahaan mengakuisisi Face.com yang merupakan startup asal Israel senilai di bawah US$100 juta.

Akuisisi itu membentuk tim pengembang yang berfokus pada face recognition untuk aplikasi mobile. Hal ini terjadi berselang beberapa bulan setelah Facebook mengakuisisi Instagram.

Sementara pada Juli 2020, perusahaan setuju membayar denda US$650 juta setelah dituntut mengumpulkan dan menyimpan data biometrik tanpa persetujuan pengguna. Aktivitas ini dilarang oleh aturan privasi informasi biometri di Illinois.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading