Sri Mulyani: Pinjol Bikin Orang RI Menderita

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
26 October 2021 14:57
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II-2021. (Tangakapan Layar Youtube/Perekonomian RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi Covid-19 telah membuat transformasi menuju teknologi digital semakin berkembang pesat. Bukan hanya menciptakan peluang, tapi juga mengganggu, bahkan merugikan masyarakat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, bahwa distribusi teknologi termasuk keuangan digital atau financial technology (fintech) telah menciptakan eksploitasi kepada sebagian masyarakat Indonesia.


"Di Indonesia semua sekarang melihat contoh yang tidak baik seperti pinjaman online. Di mana orang menderita dari praktik semacam ini," ujar Sri Mulyani dalam webinar bertajuk 'Strengthen Islamic Economy and Financial in The Post Pandemic Era, Digitalization, and Sustainability' secara virtual, Selasa (26/10/2021).

Padahal kata Sri Mulyani, teknologi digital bisa dijadikan salah satu instrumen untuk bisa menerapkan nilai-nilai Islam yang sangat penting.

Sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar, kata Sri Mulyani seharusnya seluruh pihak bisa memanfaatkan teknologi digital termasuk fintech, untuk membuat dan menerapkan lebih banyak kerangka peraturan yang mencerminkan praktik keuangan yang tidak bersifat eksploitatif.

Oleh karena itu, pihaknya berjanji bersama otoritas lainnya bisa menciptakan kerangka peraturan untuk mengimplementasikan kebijakan fintech menjadi bertanggung jawab.

"Saya rasa merupakan salah satu tantangan bagi asosiasi ekonomi untuk berpikir keras. Kita akan mampu merancang kerangka peraturan, merancang lembaga yang mengimplementasikan kerangka peraturan dan memastikan lembaga itu harus cukup kredibel," ujarnya.

Instrumen kebijakan yang akan dirancang oleh pemerintah kata Sri Mulyani adalah instrumen yang akan membuat fintech sebagai cara untuk menciptakan lebih banyak keuntungan bagi seluruh masyarakat, bukan yang bersifat eksploitatif terutama bagi mereka yang kurang 'melek' dengan literasi keuangan.

"Ini adalah salah satu yang paling penting. Karena semakin banyak orang sekarang menggunakan dan mengandalkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari mereka," kata Sri Mulyani melanjutkan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jangan Coba-Coba! Ini Risiko Besar Nekat Tak Bayar Pinjol


(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading