Momen Sumpah Pemuda, Bukalapak Ajak Masyarakat Dukung UMKM

Tech - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
19 October 2021 10:09
Komisaris Bukalapak Yenny Wahid

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisaris PT Bukalapak.com (BUKA) Yenny Wahid mengajak masyarakat untuk menjadikan keberagaman sebagai modal kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dalam momen Hari Sumpah Pemuda. Salah satunya adalah mendukung perkembangan UMKM sebagai penggerak utama roda perekonomian nasional.

"Kemajuan suatu bangsa ada di tangan generasi muda. Mari, putra putri Indonesia kita hilangkan perbedaan untuk bersama membangun negeri dan memajukan ekonomi nasional, lewat UMKM," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (18/10/2021).

Di samping itu, dia juga mendukung upaya perusahaan untuk mensejahterakan para pelaku UMKM melalui berbagai program pemberdayaan dan digitalisasi.


"Sebagai perusahaan teknologi yang lahir dan besar di tanah air, Bukalapak berkomitmen kuat menciptakan ekosistem tangguh yang dapat mendorong UMKM naik kelas sekaligus membantu pemulihan ekonomi nasional sesuai dengan misi Bukalapak yakni ekonomi yang adil bagi semua atau a fair economy for all," kata dia.

Yenny memaparkan, Bukalapak juga berkomitmen untuk merangkul keberagaman, mendorong kesetaraan gender, dan memberdayakan para perempuan.

Diketahui, Bukalapak menerima penghargaan Indonesia UN Women 2020 Asia-Pacific Women Empowerment Principles (WEPs) Awards untuk kategori Gender Responsive Marketplace dari UN Women. Penghargaan tersebut khususnya diberikan kepada komunitas pelaku UMKM perempuan di Bukalapak.

Penghargaan tersebut diberikan karena Bukalapak memiliki kebijakan yang mendorong kesetaraan gender di perusahaan maupun di aktivitas bisnis.

Melalui komunitas Srikandi, Bukalapak menyediakan keterampilan, seperti manajemen waktu, manajemen keuangan, dan kemampuan untuk menangani masalah keluarga dan kesehatan untuk meningkatkan efektivitas mereka sebagai pengusaha.

Sebagai informasi, Yenny meraih gelar Magister Administrasi Publik dari Universitas Harvard di bawah beasiswa Mason. Sekembalinya dari studi Magisternya pada tahun 2004, Yenny menjabat sebagai direktur Wahid Institute yang saat itu baru berdiri. Lahir dan besar di keluarga yang mengedepankan Islam yang moderat, membuat Yenny sangat menghargai pluralisme dan pembawa damai.

Pada 2009, dia dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan Young Global Leader oleh World Economic Forum. Yenny juga merupakan anggota dari Global Council on Faith.

Sementara itu, sejak 2020, Yenni bergabung dalam jajaran Komisaris Bukalapak dan memiliki misi untuk menciptakan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading