Harga Saham di Bawah IPO, Begini Respons Bos Bukalapak!

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
14 October 2021 15:35
Bukalapak (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Bukalapak (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen emiten e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengungkapkan alasan pelemahan harga saham yang dialami perusahaan dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Data perdagangan menunjukkan saham BUKA sudah turun selama beberapa terakhir dan berada di bawah harga penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada 6 Agustus 2021, yang senilai Rp 850/saham.

President Bukalapak Teddy Oetomo mengatakan penurunan saham yang terjadi karena adanya peningkatan harga komoditas belakangan ini, dan menyebabkan terjadinya rotasi portofolio dari para investor pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Adanya perubahan portofolio ini pun berimbas pada saham-saham perusahaan teknologi termasuk Bukalapak.

"Kalau dari feedback dari analis di capital market peningkatan harga komoditas dan terjadi rotasi dari portofolio investor dari kepemilikan di sektor tersebut berkurang, karena mereka masuk ke perusahaan yang lebih mengarah ke komoditas," kata Teddy, Kamis (14/10/2021).

Perubahan portofolio dari perusahaan teknologi, menjadi yang mengarah ke komoditas tidak hanya terjadi pada Bukalapak tetapi juga yang lainnya.

"Ini terjadi bukan hanya di Bukalapak dan sebagian besar terdampak, jadi trennya sama," kata dia.

Teddy mengatakan saat ini Bukalapak terus berusaha meningkatkan kinerja perusahaan secara internal. Dia optimistis kinerja perusahaan akan terus naik, seiring dengan perbaikan kondisi ekonomi nasional.

Perbaikan ekonomi nasional menurutnya berdampak pada bisnis Bukalapak, terutama di luar Jawa. Dengan begitu, terjadi peningkatan kontribusi dari Mitra Bukalapak yang berada di luar wilayah Jawa dan kenaikan signifikan pada bisnisnya. Selain itu, jumlah Mitra Bukalapak pun terus naik secara konsisten.

"Karena ini memperbaiki keseimbangan daya beli di Indonesia, karena di luar Jawa itu banyak yang komunitas, kalau nggak salah, 30% bisnis kami dari luar Jawa," kata dia.

Sebelumnya, Bukalapak mencatat telah memiliki 8,7 juta yang terdaftar menjadi mitra. Mitra Bukalapak saat ini pun masih menjadi penggerak utama pertumbuhan perseroan.

Pada penutupan perdagangan Kamis ini (14/10), saham BUKA ditutup naik 7,19% di Rp 745/saham dengan nilai transaksi Rp 347 miliar. Dalam sepekan saham BUKA turun 9,7% dengan kapitalisasi pasar Rp 77 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading