Badai Matahari Hantam Bumi, Apa Kabar Kiamat Internet?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
14 October 2021 08:15
This illustration from NASA shows the Parker Solar Probe spacecraft approaching the sun. Launched in August 2018, the spacecraft will get a gravity assist Wednesday, Oct. 3, 2018, as it passes within 1,500 miles of Venus. The flyby is the first of seven that will draw Parker ever closer to the sun. (Steve Gribben/Johns Hopkins APL/NASA via AP) Foto: Ilustrasi dari NASA menunjukkan pesawat ruang angkasa Parker Solar Probe mendekati matahari. (Steve Gribben/Johns Hopkins APL/NASA via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memberikan peringatan akan adanya badai Matahari yang menghantam Bumi. Kejadian ini akan berlanjut hingga 12 Oktober 2021.

Badan ini menilai badai Matahari kali ini masuk kategori G2 atau cukup kuat. Hal ini diprediksi akan mempengaruhi jaringan listrik dan menghasilkan aurora di garis lintang utara, seperti dikutip dari Independent, Kamis (14/10/2021).

Meskipun badai Matahari kali ini relatif lemah, Bumi belum siap untuk menghadapi badai Matahari super yang kuat. Salah satu penelitian mengklaim badai Matahari super terjadi sekali dalam 100 tahun dan disebutkan akan menghadirkan 'kiamat internet'.


Kiamat internet digambarkan ketika sebagian besar koneksi internet di Bumi terputus selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Hal ini membuat manusia tidak bisa terkoneksi secara global padahal internet sudah jadi kebutuhan manusia sehari-hari.

Dalam penelitian tersebut diungkap adanya potensi badai Matahari ekstrem dan bisa membuat internet terputus. Badai Matahari ekstrem dapat memicu badai geomagnetik atau gangguan medan magnet Bumi

"Coronal Mass Ejection (CME) melibatkan emisi materi bermuatan listrik dan medan magnet yang menyertainya ke luar angkasa. Ketika menyentuh Bumi, ia berinteraksi dengan medan magnet Bumi dan menghasilkan Arus Induksi Geomagnetik (GIC) di kerak bumi," kata Sangeetha Abdu Jyothi, dari University of California, Irvine and VMware Research.

"Pada kabel Internet jarak jauh saat ini, serat optik kebal terhadap GIC. Tetapi kabel ini juga memiliki repeater bertenaga listrik pada interval ~100 km yang rentan terhadap kerusakan."

Kabar baiknya peluang fenomena badai Matahari ekstrem cukup kecil, hanya 1,6% hingga 12% per dekade. Badai matahari yang memengaruhi Bumi yang tercatat dalam sejarah terjadi pada 1859 dan 1921.

Dalam kejadian sebelumnya bernama Peristiwa Carrington membuat gangguan geomagnetik begitu parah di Bumi serta membuat kabel telegraf terbakar. Dalam skala kecil, badai Matahari pada Maret 1989 juga dapat membuat gangguan internet. Saat itu internet padam di seluruh Quebec Kanada dalam waktu sembilan jam.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading