Ahli Temukan Sinyal Radio Misterius dari Bimasakti, Alien?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
13 October 2021 19:17
This image made available by NASA shows infrared data from the Spitzer Space Telescope and Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) in an area known as the W3 and W5 star-forming regions within the Milky Way Galaxy. The stringy, seaweed-like filaments are the blown out remnants of a star that exploded in a supernova. The billowy clouds seen in pink are sites of massive star formation. Clusters of massive stars can be seen lighting up the clouds, and a bubble carved out from massive stars is seen near the bottom. (NASA/JPL-Caltech/University of Wisconsin via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang radio aneh ditemukan di pusat Galaksi Bimasakti. Sebuah studi baru memperkirakan ini adalah obyek bintang yang belum pernah diketahui sebelumnya. Bukti adanya Alien?

Obyek itu dinamakan sesuai dengan koordinatnya di langit malam yakni ASKAP J173608.2-321635.

Pemimpin studi dan mahasiswa doktoral di Scholl of Physics Universitas Sydney, Ziteng Wang mengatakan kecerahan obyek bervariasi. Sinyal yang ditemukan juga terus hidup dan mati secara acak.


"Sinyal paling aneh ini memiliki polarisasi tinggi. Artinya cahaya hanya berosilasi pada satu arah saja, namun arah itu berputar seiring waktu," kata Ziteng Wang dikutip CNN, Rabu (13/10/2021).

Pada awalnya tim mengira obyek itu adalah pulsar, yakni jenis bintang neutron (mati) yang berputar cepat. Atau tipe bintang yang memancarkan sinar api Matahari besar.

Sinyal ini berasal dari sumber baru dari gelombang radio. Namun tidak cocok dengan apa yang diharapkan oleh para astronaut.

Rekan penulis studi, Tara Murphy mengatakan obyek ini unik karena awalnya tidak terlihat. Berikutnya obyek menjadi terang lalu memudar dan muncul kembali.

Obyek itu awalnya muncul selama survei langit menggunakan teleskop radio Australian Square Kilometre Array Pathfinder atau ASKAP yang bekerja sama dengan satu teleskop di Observatorium Astronomi Radio Murchison di Australia Barat.

Berikutnya pengamatan dilanjutkan dengan teleskop radio Parkes yang ada di New South Wales serta teleskop MeerKAT milik Observatorium Astronomi Afrika Selatan. Sayangnya teleskop Parkes gagal untuk mendeteksi sumber.

"Lalu kami mencoba dengan teleskop radio MeerKAT yang lebih sensitif di Afrika Selatan. Karena sinyal yang terputus-putus, kami mengamatinya selama 15 menit dalam beberapa minggu, dengan harapan bisa melihatnya lagi," ungkap Murphy.

Ternyata sinyal kembali namun sumber perilaku itu sangat berbeda. "Sumber hilang dalam satu hari, meskipun telah berlangsung selama berminggu-minggu dalam observasi ASKAP," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading