Sempat Sindir Apple, Elon Musk Ternyata Kagumi Steve Jobs

Tech - roy, CNBC Indonesia
11 October 2021 17:10
Apple CEO Steve Jobs poses with the new iPhone 4 during the Apple Worldwide Developers Conference in San Francisco, California June 7, 2010. REUTERS/Robert Galbraith  (UNITED STATES - Tags: SCI TECH IMAGES OF THE DAY BUSINESS) - RTR2EVJN

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Tesla Inc Elon Musk pernah menyerang Apple Inc. Serangan ini disampaikannya pada paparan kinerja keuangan perusahaan pada tengah tahun lalu.

Serangan pertamanya soal penggunaan bahan mineral Kobalt. Ia menyebut Apple menggunakan 100% Kolbart dalam baterai, ponsel, dan laptop sementara Tesla hanya menggunakan bahan ini 2%.

Kobalt adalah merupakan salah satu bahan dasar pembuatan baterai untuk kendaraan listrik dan alat-alat berbasis elektronik lainnya. Beberapa penambangan Kobalt seperti di Republik Demokratik Kongo (Afrika) telah dikaitkan dengan pelanggaran hak asasi manusia seperti mempekerjakan anak di bawah umur.


Serangan kedua, kebijakan Apple yang mengontrol ketat software yang bisa terinstall atau terpasang di iPhone melalui App Store. Ia menyebut cara ini sebagai 'taman bertembok'.

"Saya pikir kami ingin menekankan tujuan kami untuk mendukung munculnya energi terbarukan," ujar Elon Musk seperti dikutip dari CNBC International, Senin (11/10/2021). "Ini bukan membuat taman bertembok dan menggunakan untuk memukul pesaing kami seperti yang digunakan oleh beberapa perusahaan."

Elon Musk kemudian pura-pura batuk sambil mengatakan, "Apple".

Meski menyerang Apple, ternyata Elon Musk pengagum dari Steve Jobs pendiri Apple. Hal ini diungkapkannya dalam twitter resminya dalam mengenal 10 tahun meninggalnya Steve Jobs.

"Seandainya saja saya memiliki peluang berbicara dengannya (Steve Jobs)," tulisnya di Twitter.

Ceritanya pada acara Museum Sejarah Komputer pada 2013, salah satu pendiri Google Larry Page pernah mencoba memperkenalkan Elon Musk kepada Steve Jobs tetapi dia bersikap dingin.

"Saya pernah mencoba berbicara sekali di sebuah pesta dan dia sangat kasar kepada saya," canda Elon Musk. "tetapi saya tidak berpikir itu saya, saya pikir itu setara kursus."

Elon Musk, yang terkadang dibandingkan dengan Steve Jobs karena visinya di masa depan, mengatakan dalam sebuah wawancara tahun 2018 dengan Autobild.tv bahwa dia sudah lama mengagumi Jobs.

Kemampuan Steve Jobs untuk mengembangkan Apple dengan menarik talenta terbaik dan mendapatkan loyalitas karyawan adalah sesuatu yang Elon Musk katakan dia coba lakukan di Tesla.

"Kemampuan untuk menarik dan memotivasi orang-orang hebat sangat penting bagi keberhasilan perusahaan, karena perusahaan hanyalah sekelompok orang yang berkumpul untuk menciptakan produk atau layanan," terang Elon Musk.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading