Prediksi Bos BioNTech Soal Berdamai Dengan Covid-19

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
30 September 2021 18:55
Özlem Türeci, Chief Medical Officer BioNTech (Dok. BioNTech)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu Pendiri dan Chief Medical Officer BioNTech, Dr. Ozlem Tureci mengatakan untuk dunia 'tidak boleh hidup dalam ketakutan' terhadap Covid-19. Dia menyebut virus akan bisa dikendalikan.

"Covid akan menjadi terkendali. Ini sudah mulai bisa dikelola," kata dia kepada CNBC Internasional, dikutip Kamis (30/9/2021).

BioNTech merupakan perusahaan Jerman yang mengembangkan vaksin Covid-19, bersama dengan Pfizer.


Dia juga mengatakan manusia akan hidup berdampingan dengan virus ini. Meski tak menyebut kapan pastinya, namun menurutnya dalam beberapa tahun.

"(Kita) harus kembali ke normalitas baru, karena virus ini akan bersama kita untuk beberapa tahun," kata Tureci.

Tureci juga ditanya soal varian baru, yang dijawab perusahaannya akan terus melihat varian yang datang dan akan lebih banyak lagi. Untuk seluruh varian yang ada saat ini, dia mengatakan booster memang jadi pilihan.

"Untuk seluruh varian yang beredar saat ini, nampaknya booster saja yang mengembalikan respon kekebalan yang memudar tingkat tinggi, cocok dan memang melindungi," ungkapnya.

Namun pihaknya akan terus memantau karena kemungkinan akan ada varian yang ada dan tidak seperti varian sebelumnya. Untuk itu, dia mengatakan menyiapkan pilar kedua, yakni mempersiapkan diri cepat beradaptasi dengan varian.

Teruci mengatakan perusahaannya akan melakukan uji coba bersama dengan regulator. Dengan begitu mereka bisa siap untuk potensi beralih, ungkapnya. Di masa depan, menurutnya kemungkinan booster dapat diberikan dalam setiap 12 hingga 18 bulan.

BioNTech bersama perusahaan produsen vaksin lain membuktikan dapat mengembangkan vaksin dalam kurang dari satu tahun. Menurutnya ada prioritas tinggi untuk ancaman global ini, saat ditanya apakah kasus tersebut bisa berlaku ke seluruh vaksin nantinya.

Dia menambahkan ada pelajaran yang bisa dipetik dalam pembuatan vaksin dan diambil untuk masa depan. "Ada beberapa hal, saya pikir, jika kita mengirimkan mereka ke pengembangan obat bisa membantu menjadi lebih cepat. Selain juga misalnya pada infeksi non-pandemi, namun juga untuk kanker dan penyakit auto-imun," jelas Teruci.


[Gambas:Video CNBC]

(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading