Saat NASA Bicara Matahari Terbit dari Barat, Apa Katanya?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
07 September 2021 07:08
A partial solar eclipse rises behind clouds, Thursday, June 10, 2021, in Arbutus, Md. (AP Photo/Julio Cortez)

Jakarta, CNBC Indonesia - Seperti diketahui, matahari di Bumi selalu muncul dari arah timur. Namun mungkinkah jika terjadi hal sebaliknya?

Sebuah unggahan di laman Facebook belum lama ini mengejutkan publik. Pasalnya postingan itu berisi kabar matahari melakukan aktivitas tak biasa, terbit dari barat dan membuat Bumi dekat dengan kiamat.

Postingan itu ditulis dalam bahasa Thailand serta muncul juga di dalam bahasa Inggris. Matahari yang biasanya muncul dari timur melakukan hal sebaliknya disebabkan Bumi yang berputar ke arah sebaliknya.


Kabarnya hal ini terjadi karena Bumi mengalami pembalikan magnet. Bahkan untuk mendukung informasi itu, kabarnya lembaga antariksa asal Amerika Serikat (AS), NASA juga mengklaim hal yang sama.

"Bumi akan berputar ke arah sebaliknya yang menyebabkan Matahari muncul dari sisi barat. Periset meyakini bahwa kita bergerak menuju pembalikan medan magnet yang akan menjadi akhir umat manusia dan mendekati kiamat," tulis klaim tersebut.

Namun NASA membantah isi unggahan itu. Bettina Inclan, Associate Administrator for Communications NASA, menyebut baik pihaknya dan organisasi lain tidak pernah mengucapkan klaim tersebut.

"Baik NASA maupun organisasi ilmiah lain tidak ada yang memprediksi Matahari akan terbit dari barat," jelasnya.

Soal pembalikan magnet, dia menyebut fenomena itu nyata dan pernah terjadi. Para ilmuwan juga mempelajari fenomena tersebut.

Namun menurutnya, pembalikan magnet membuat Bumi berputar ke arah sebaliknya merupakan hal yang salah.

"Adapun pembalikan medan magnet memang fenomena nyata yang telah terjadi beberapa kali di masa silam dan ilmuwan di seluruh dunia mempelajarinya, namun pernyataan jika hal ini membuat Bumi berputar ke arah sebaliknya yang menjadikan Matahari terbit dari barat adalah salah," kata Inclan.

Fenomena matahari terbit di barat memang ternyata nyata adanya. Hal itu terjadi di planet Venus dan disebabkan planet tersebut berputar pada porosnya ke belakang.

Venus butuh waktu yang lama untuk melakukan rotasi yakni 243 hari Bumi. Sementara Venus menghabiskan waktu 225 hari Bumi untuk mengelilingi Matahari, yang artinya satu hari di planet itu sedikit lebih lama dari satu tahun.

Perbedaan mencolok antara panjangnya hari dan tahun ini juga berdampak pada kemunculan Matahari. Di Venus, matahari terbit per 117 hari Bumi, berarti hanya dua kali dalam satu tahun.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading