Misi NASA ke Bulan yang Bikin Jeff Bezos Sewot ke Elon Musk

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
05 August 2021 13:14
Founder, Chairman, CEO and President of Amazon Jeff Bezos unveils the BE-7 rocket engine that his space company Blue Origin's space exploration lunar lander rocket called Blue Moon will use during an unveiling event in Washington, U.S., May 9, 2019. REUTERS/Clodagh Kilcoyne

Jakarta, CNBC Indonesia - Blue Origin mengkritik keras keputusan NASA karena memilih SpaceX pada kontrak membangun kendaraan untuk mendaratkan astronaut di Bulan. Kritikan itu dituangkan perusahaan milik Jeff Bezos dalam infografis di web resminya.

Perusahaan menyebutkan SpaceX yang menggunakan Starship untuk mengangkut astronaut NASA ke Bulan dengan pendekatan 'kompleks dan beresiko tinggi. Blue Origin mengutip kritikan seorang pejabat NASA saat mengevaluasi Starship untuk program pendaratan di Bulan.

"Ada sejumlah teknologi, perkembangan dan operasi yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh Starship untuk mendarat di Bulan," tulis Blue Origin dikutip CNBC Internasional, Kamis (5/8/2021).


Selain itu, Blue Origin juga mengatakan fasilitas yang dimiliki SpaceX di Texas belum pernah melakukan peluncuran orbital. Namun sebenarnya perusahaan milik Elon Musk telah melakukan lebih dari 100 peluncuran orbital yang sukses dengan roket Falcon-9 sedangkan Blue Origin belum mencapai orbit sama sekali.

SpaceX juga dikabarkan sedang dalam persiapan akhir dalam upaya peluncuran orbit pertama Starship. Setelah melakukan peluncuran dan pendaratan prototipe Starship di pada ketinggian tinggi di bulan Mei.

Menurut Blue Origin, SpaceX butuh lebih dari 10 peluncuran Starship agar dapat mendarat sekali di Bulan dan perlu diisi bahan bakar obit. "Sebuah proses yang juga belum pernah dilakukan sebelumnya," ungkap pihak perusahaan.

Sebelumnya, Blue Origin juga menyatakan keputusan yang diambil NASA salah dengan menunjuk satu kontraktor dalam misi ke Bulan. Lalu mengulangi kritikan sebelumnya dengan mengatakan NASA 'menjalankan kompetisi yang tidak konsisten dan tidak adil'.

"NASA menjalankan akuisisi yang cacat dan mengabaikan resiko dari model satu penyedia," kata Blue Origin.

NASA jelas membantah tudingan itu. Pengawas kongres program mengatakan NASA tidak menjalankan kompetisi yang tidak konsisten dan tidak adil.

Sementara pada Jumat (30/7/2021), Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS membantah protes Blue Origin itu. Diketahui NASA memberikan SpaceX kontrak senilai US$2,9 miliar pada program Human Landing System (HLS).

Perusahaan mengutarakan keinginannya agar NASA memberikan kontrak kedua di bawah struktur akuisisi program yang asli. Namun badan antariksa itu mengatakan akan menawarkan kontrak masa depan di bawah LHLS melalui penghargaan Lunar Exploration Transportation Services, diharapkan kontraknya sekitar US$45 juta (Rp645,6 miliar).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jeff Bezos Tawarkan NASA Rp 29 T Buat Misi ke Bulan


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading