Riset: Vaksin Covid Turunkan Risiko Terinfeksi Varian Delta

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
04 August 2021 15:30
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)

Jakarta, CNBC Indonesia - Berdasarkan sebuah penelitian dari Inggris, orang yang sudah menerima vaksinasi penuh bisa mengurangi resiko infeksi dari varian Delta. Risikonya berkurang 50%-60, termasuk pada mereka yang tidak menunjukkan gejala.

Penelitian itu dilakukan oleh tim peneliti dari Imperial College London. Disebutkan jika penerima dua dosis hanya ada setengah kemungkinan bisa positif terkena Covid-19, dengan menyesuaikan faktor lain seperti umur, serta memiliki gejala atau tidak.

Pada mereka yang bergejala, efektivitas naik hingga 59%. Temuan ini lebih rendah dari yang dilaporkan oleh Public Health England(PHE) untuk suntikan Pfizer dan AstraZeneca.


Hasil yang berbeda ini tidak mengejutkan para peneliti sebab PHE mengestimasi berdasarkan partisipan yang memiliki gejala dan diuji. Sedangkan pada penelitian Imperial dilakukan dengan mengambil lebih banyak orang.

"Kami melihat efektivitas melawan infeksi dengan sampel acak dari populasi umum, mencakup individu tanpa gejala," kata ahli epidemiologi di Imperial dan pemimpin penelitian tersebut, Paul Elliot, dikutip dari Reuters, Rabu (4/8/2021).

Selain itu penelitian menemukan hubungan infeksi dengan rawat inap. Sebelumnya keduanya melemah dan mulai pulih dengan penyebaran Delta pada anak-anak muda yang mungkin belum sepenuhnya divaksinasi.

PHE mengatakan jika Delta membawa resiko lebih tinggi untuk rawat inap. Meski vaksin menawarkan proteksi terbaik pada penyakit parah.

Sementara tim peneliti ini menyebutkan secara prevalensi orang yang tidak divaksinasi 1,21% tiga kali lebih tinggi dari prevalensi 0,4% pada orang yang divaksin lengkap. Viral load antara orang dengan Covid-19 ditemukan lebih rendah dari orang yang telah divaksin.

Penelitian Imperial ini juga mempresentasikan survei prevalensi REACT-1 Imperial, menunjukkan ada peningkatan infeksi empat kali lipat dalam sebulan, mencapai 1 dalam 160 orang di Inggris.

Survey terbaru dilakukan pada 24 Juni hingga 12 Juli, saat menjelaskan puncak infeksi 17 Juli. Ditemukan bahwa kenaikan dipicu adanya penyebaran di kalangan masyarakat berusia muda.

Steven Riley, seorang profesor di Imperial, mengatakan anak 5 Tahun hingga 24 tahun menyumbang 50% dari seluruh infeksi. Padahal kelompok usia ini hanya 25% dari populasi.

"Kami telah menunjukkan bahwa sebelum penurunan, anak muda memicu infeksi," kata Riley.

"Data ini mendukung gagasan mengenai ketidakpastian tentang apa yang terjadi di September saat sekolah kembali dan kami telah meningkatkan pencampuran di dalam ruangan, karena pola infeksi yang kami lihat mendorong pertumbuhan," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading