Tak Cuma di RI, Malaysia Juga Lagi Heboh Soal Obat Ivermectin

Tech - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
28 July 2021 17:35
Ivermectin (ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kehebohan mengenai Ivermectin sebagai salah satu obat yang ampuh dalam terapi Covid-19 telah menjadi perbincangan di Indonesia. Beberapa pekan lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) disebut-sebut memberikan izin penggunaan darurat kepada obat itu.

Sesuatu yang kemudian dibantah oleh Kepala BPOM Penny Lukito yang dengan tegas bilang izin itu belum ada. BPOM lantas meminta agar jangan ada promosi Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19.

Kemudian, ada isu tak sedap yang beredar dalam kampanye penggunaan Ivermectin. Lembaga anti korupsi, Indonesia Corruption Watch (ICW), menuding Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, yang getol mempromosikan Ivermectin, memiliki kaitan erat dengan perusahaan produsen obat Ivermectin, PT Harsen Laboratories, melalui anaknya Joanina Novinda Rachma.

Moeldoko pun mengelak semua tuduhan itu. Ia menyebut tudingan mengenai Ivermectin dan dirinya ini merupakan tuduhan yang menyesatkan.

Namun ternyata, heboh obat Ivermectin juga terjadi di negara tetangga, Malaysia. Dalam forum parlemen negara itu, beberapa anggota mendesak Menteri Kesehatan Dr Adham Baba untuk segera memberikan lampu hijau bagi peredaran obat itu.

"Itu yang mereka (dokter) minta (Ivermectin) tapi banyak yang delay," ujar salah satu anggota parlemen dari koalisi partai Pakatan Harapan, R Sivarasa, sebagaimana dilaporkan Free Malaysia Today pada hari ini.




"Nyawa yang hilang karena penundaan akan ada di tangan Anda. Ini adalah masalah hidup dan mati," tambahnya.

Namun, Adham berpendapat beberapa pasien yang diobati dengan Ivermectin tidak menunjukkan tanda-tanda positif.

"Mereka yang menggunakan Ivermectin masih masuk ke Kategori 3 dan 4," katanya seraya meminta pihak oposisi memberi kesempatan kepada pemerintah untuk melakukan uji coba secara acak.

Argumen itu kembali dipatahkan anggota parlemen Pakatan Harapan. Anggota parlemen lainnya, Khalid Samad, menyebut Ivermectin telah terlihat efektif di beberapa negara dan penggunaannya terlihat aman.

"Obat itu telah digunakan secara efektif di negara lain. Tidak ada efek samping yang dilaporkan pada mereka yang telah meminum obat tersebut," ujar Khalid.

Adham kemudian meminta anggota parlemen untuk menulis surat kepada badan pengawas, Badan Regulasi Farmasi Nasional (NPRA), untuk meminta persetujuan agar Ivermectin digunakan untuk pasien Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sendiri belum memberikan persetujuan bahwa obat yang sebenarnya merupakan obat cacing ini dalam melawan Covid-19. Badan PBB itu menyebut penelitian keampuhan Ivermectin belum konklusif dan penggunannya dalam Covid-19 hanya disarankan dalam tataran uji klinis saja.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading