Virus Jahat Israel Targetkan Presiden Prancis Macron?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
21 July 2021 16:00
French President Emmanuel Macron reacts as he meets Portuguese Prime Minister Antonio Costa, Wednesday, Dec. 16, 2020 in Paris. French President Emmanuel Macron has tested positive for COVID-19, the presidential Elysee Palace announced on Thursday. (AP Photo/Francois Mori)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan 14 kepala petinggi lembaga dan negara diyakini sebagai target dari software mata-mata Pegasus buatan perusahaan Israel NSO Group.

Hal ini berdasarkan basis data Pegasus yang bocor. Bersama Emmanuel Macron ada nomor ponsel milik Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Kepala World Health Organization (WHO) Tedros Ghebreyesus, dan Imran Khan Perdana Menteri Pakistan.

Perangkat lunak Pegasus biasanya menginfeksi ponsel dan memungkin pengguna memata-matai targetnya. Ada 50.000 nomor telepon yang diyakini jadi target Pegasus.


Meski masuk dalam list target bukan berarti nomor ponsel tersebut telah berhasil diretas. Investigasi mengenai Pegasus dipublikasikan oleh 17 media pada awal pekan ini.

NSO Group sendiri membantah aksi tersebut dilakukan perusahaan. NSO mengungkapkan Pegasus ditujukan untuk melawan penjahat dan teroris. Pegasus hanya tersedia bagi militer, penegak hukum dan badan intelijen dengan catatan hak asasi manusia yang baik, seperti dikutip dari BBC, Rabu (21/7/2021).

NSO Group juga mengungkapkan Software Pegasus tidak dapat disusupkan ke ponsel bernomor Amerika Serikat (AS) karena telah dibuat "secara teknis tidak memungkinkan."

Pegasus juga tidak dapat disusupkan ke ponsel para pemimpin dan diplomat dunia. Perusahaan juga tidak dapat memastikan apakah ada upaya untuk menginstal virus jahat malware ini ke ponsel mereka, seperti dilaporkan Guardian.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading