Studi: Vaksin Ampuh Tekan Kematian akibat Varian Delta Covid

Tech - roy, CNBC Indonesia
19 July 2021 10:40
A health worker prepares to administer the Covishield vaccine to a person during a special vaccination drive against COVID-19 at a vegetable market in Hyderabad, India, Thursday, June 24, 2021. (AP Photo/Mahesh Kumar A.)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian dari Indian Council of Medical Research (ICMR) menunjukkan 86% orang yang sudah divaksin kemudian terinfeksi Covid-19 karena varian Delta.

Studi ini dilakukan pada 677 kasus orang yang sudah divaksin di India. Sebanyak 604 orang menerima vaksin Covid-19 AstraZeneca, 73 orang mendapatkan vaksin lokal Covaxin dari Bharat Biotech dan dua lainnya vaksin Sinopharm.

"Namun hanya 9,8% kasus yang memerlukan rawat inap sementara kasus kematian hanya 0,4%. Ini jelas menunjukkan vaksinasi memang mengurangi kebutuhan seseorang yang telah divaksin masuk rumah sakit dan kematian," tulis ICMR seperti dikutip dari Firstpost, Senin (19/7/2021).


"Oleh karena itu, meningkatkan vaksinasi dan mengimunisasi popular dengan cepat akan menjadi strategi paling penting untuk mencegah gelombang Covid-19 selanjutnya dan akan mengurangi beban sistem perawatan kesehatan."

Penelitian tersebut juga menunjukkan infeksi Covid-19 pada mereka yang sudah divaksin terjadi karena varian delta yang terjadi selama Maret-Juni 2021. Varian lain yang menginfeksi adalah varian Alpha dan Kappa.

17 negara bagian yang menjadi sampel termasuk Maharashtra, Kerala, Gujarat, Uttarakhand, Karnataka, Manipur, Assam, Jammu dan Kashmir, Chandigarh, Rajasthan, Madhya Pradesh, Punjab, Puducherry, New Delhi, Benggala Barat, Tamil Nadu dan Jharkhand.

Dalam penelitian ini, ICMR mengumpulkan sampe 677 individu yang telah menerima satu dosis dan dua dosis vaksin Covid-19 tetapi dinyatakan positif Covid-19 melalui test swab PCR.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading