Beda Covid Varian Delta dengan Delta Plus

Tech - roy, CNBC Indonesia
28 July 2021 12:40
Infografis/Usai Babak Belur Kena Covid, Apa Kabar India Sekarang?/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat Indonesia harus lebih ketat menerapkan protokol kesehatan agar tak terinfeksi Covid-19. Pasalnya, Covid-19 varian Delta dan varian Delta Plus sudah masuk ke Indonesia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan varian delta saat ini mendominasi penularan Covid-19 di Indonesia. "Varian delta mendominasi 85% penularan Covid-19 saat ini," ujarnya seperti dikutip Rabu (28/7/2021).

Varian delta juga dituding sebagai penyebab penyakit Covid-19 lebih parah dan memicu peningkatan kasus kematian Covid-19.


Kini Covid-19 varian delta plus juga ditemukan di Indonesia. Lembaga Biologi Molekular Eijkman mendeteksi tiga kasus varian delta plud di dua wilayah Indonesia. Yakni Mamuju (Sulawesi Barat) dan Jambi.

"Sudah ada di Mamuju (Sulawesi Barat) dan Jambi," ujar Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Subandrio, seperti dikutip dari detikcom.

Lantas apa perbedaan Covid-19 varian Delta dengan varian Delta Plus? Berikut penjabarannya seperti dikutip dari Times of India:

Covid-19 Varian Delta

Varian Delta atau B.1.617.2 adalah sub keturunan dari virus B.1.617. Varian ini pertama kali terdeteksi di India awal tahun ini. Studi menunjukkan bahwa mutan virus ini empat kali lebih menular varian sebelumnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengkategorikannya sebagai varian yang menjadi perhatian (VOC). Varian virus ini memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi dan telah menyebabkan wabah di beberapa negara lain. Selain itu, varian ini juga menyebabkan gejala yang lebih parah daripada jenis virus aslinya.

Penelitian juga menunjukkan bahwa vaksin yang tersedia untuk mengobati COVID delapan kali kurang efektif melawan varian ini. Kasus varian Delta juga telah dilaporkan di banyak negara di dunia.

Covid-19 Varian Delta Plus

Varian Delta Plus adalah mutasi lebih lanjut dari varian Delta yang berasal dari India. Ini pertama kali ditemukan di Maharashtra dan bertanggung jawab atas sebagian besar infeksi Covid-19 di wilayah itu.

Varian Delta Plus diduga memicu gelombang ketiga Covid-19 di negara bagian barat India karena mutan virus ini juga dapat menyebabkan gejala parah dan rawat inap.

Terlepas dari gejala utama, varian Delta plus dapat menyebabkan sakit perut, mual, kehilangan nafsu makan, muntah. Efek jangka panjangnya termasuk nyeri sendi dan gangguan pendengaran.

Varian Delta plus telah ditemukan di sembilan negara lain di seluruh dunia selain India. Kasus varian Delta Plus telah dilaporkan di Inggris, Portugal, Swiss, Polandia, Jepang, Nepal, Cina, India, dan Rusia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alert! Ledakan Corona di RI Tertinggi di Asia Setelah India


(roy/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading