Google Warning Pengguna Ponsel Android Jelly Bean, Kenapa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
09 July 2021 15:45
FILE PHOTO - A 3D printed Android mascot Bugdroid is seen in front of a Google logo in this illustration taken July 9, 2017. Picture taken July 9, 2017.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/r/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Google memperingatkan para pengguna Android Jelly Bean. Perangkat yang masih menggunakannya tidak akan lagi didukung saat versi 21.30.99 dirilis akhir Agustus mendatang.

Dalam unggahan di blog resminya, Google menyebutkan pengguna Android Jelly Bean sudah sangat sedikit. Jumlahnya hanya kurang dari 1% dari perangkat aktif saat ini, dikutip dari ZDNet, Jumat (9/7/2021).

Versi Android ini pertama kali dirilis pada 2012 atau telah berusia sekitar 9 tahun. Jelly Bean membentang dari versi 4.1, 4.1, dan 4.3 atau dalam istilah level API dari 16-18.


Google juga memberikan rekomendasi bagi para pengembang, yakni dengan menaikkan ke level minimum Android KitKat. "Kami percaya banyak dari perangkat lama mungkin tidak digunakan lagi secara aktif," kata raksasa mesin pencarian itu.

Google menambahkan pada pengguna dengan perangkat lama dapat menggunakan dukungan multi-APK dengan menggunakan layanan Google Play 21.30.99.

Berdasarkan laporan Android Studio, 8% perangkat menggunakan Android 10. Sementara Android Pie digunakan dalam 30% perangkat dan 20% pengguna menggunakan Android Oreo.

Sistem operasi Android yang tak didukung oleh Google tidak akan mendapatkan pembaruan fitur dan sistem keamanan. Hal ini bisa saja membuat perangkat rentan diserang hacker atau peretas.

Sementara itu, Google juga baru saja digugat oleh 36 negara bagian AS atas kontrol distribusi pada aplikasi. Pihak perusahaan membantah melakukan batasan pada aplikasinya.

"Jika Anda tidak menemukan aplikasi yang dicari pada Google Play, Anda bisa memilih men-download-nya dari toko aplikasi pesaing atau langsung dari website pengembang. Kami tidak melakukan pembatasan seperti sistem operasi mobile lakukan," kata Direkrut Senior Kebijakan Publik Google, Wilson White.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading