Obat Covid Langka & Mahal, Begini Siasat BUMN Farmasi

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
07 July 2021 13:30
Suasana Penjualan Obat dan Alat Kesehatan di Pasar Pramuka. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat PPKM Darurat 3-20 Juli 2021, ditemukan jika obat hingga vitamin diborong oleh masyarakat. Bahkan terdapat laporan barang-barang tersebut langka di pasaran.

Sementara itu dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, PT Kimia Farma, PT Indo Farma, dan PT Phapros menjelaskan soal pengadaan sejumlah produk itu.

Kimia Farma misalnya menjadi salah satu industri yang melakukan produksi obat Covid-19 Remdesivir. Obat tersebut juga telah mengantongi ijin penggunaan darurat dari BPOM.


Direktur Utama Kimia Farma, Verdi Budidarmo menjelaskan September diperkirakan bisa meluncurkan Remdesivir injeksi di dalam negeri. "Nanti merupakan pengembangan bahan baku obat produksi dari anak usaha Kimia Farma," ungkapnya, dikutip dari kanal Youtube DPR RI, Rabu (7/7/2021).

Selain itu, Verdi mengatakan produksi Azithromycin dan mengirimkan sebanyak 58 ribu dus di bulan kemarin, sebagai informai satu dus obat berisi 20 tablet. Terakhir dia menyebutkan pihaknya memproduksi Favipiravir dan memiliki traget 7 juta tablet.

Direktur Utama Indo Farma, Arief Pramuhanto menjelaskan pihaknya mengerjakan Oseltamivir, Ivermectin dan Remdesivir. Untuk Ivermectin, hingga bulan Juli dijadwalkan 8 juta butir atau 400 botol, serta berencana menambah kapasitas bertambah dua kali lipat.

Untuk Oseltamivir diakui Arief memiliki permintaan tinggi. Direncanakan akan memproduksi 5 juta butir dan September 8 juta kapsul.

"Remdesivir masih import dari India. Alhamdulilah 11 juli datang 140 ribu vial, 15 juli 90 ribu vial secara keseluruhan bulan ini 230 ribu vial," ungkapnya.

Direktur Utama Phapros, Hadi Kardoko mengatakan pihaknya memproduksi vitamin. Terutama Bacefor, Gerlavita, Vitamin C, Diapros, hingga D3. Selain itu juga ada nasal sparay untuk penecegahan untuk beberapa virus dan bakteri di hidung.

Di sisi pengobatan, perusahaan ini memprouk beberapa produk. Untuk gejala ringan ada parasetamol dan ibuprofen. Sementara herbal terdapat obat kaloba.

"Untuk gejala sedang dan berat, memproduksi kortikosteroid. Termasuk juga memproduksi vitamin c injeksi untuk terapi penderitaan covid sedang dan berat. Di beberapa pengembangan mengembangkan di sektor multivitamin untuk membantu anak-anak. Rencana pengembangan Molnupiravir. Yang lain multivitamin untuk D3 5000 IU dan Remdesivir kerja sama dengan Kimia Farma," jelas Hadi.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading