Ramai Soal Dokumen Vaksin Sinovac Thailand Bocor

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
07 July 2021 07:20
System Pharmacy Clinical Manager at Hartford HealthCare Colleen Teevan administers the Pfizer-BioNTech vaccine for COVID-19 to a front line worker outside of Hartford Hospital, Monday, Dec. 14, 2020, in Hartford, Conn. (AP Photo/Jessica Hill)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah dokumen dari kementerian kesehatan Thailand bocor ke publik dan ramai dibagikan di media sosial. Inti memo tersebut adalah adanya permintaan agar tenaga kesehatan diberikan booster Covid-19 dengan vaksin mRNA, untuk memperkuat vaksin Sinovac.

Sinovac menggunakan platform inactivated virus dalam membuat vaksin Covid-19. Ini dengan melemahkan atau mematikan virus. Sementara mRNA menggunakan komponen materi genetik yang direkayasa agar menyerupai kuman atau virus tertentu. vaksin buatan Amerika Serikat (AS), Pfizer/BioNTech dan Moderna menggunakan platform mRNA.

Dilansir dari CNNInternational, memo internal yang memuat berbagai opini tersebut diberitakan media lokal dan dibagikan secara luas di media sosial. Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul juga mengkonfirmasi jika memo tersebut asli.


Di dalam memo tersebut juga ada komentar dari seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya. Sayangnya, pejabat itu meminta nakes tidak disuntik vaksin mRNA lagi seperti Pfizer- karena langkah itu mengakui bahwa vaksin Sinovac tidak efektif.

Komentar dalam memo tersebut langsung memicu seruan dari banyak pihak, terutama pakar kesehatan dan pejabat tinggi dewan medis. Mereka ingin para nakes diberikan vaksin Pfizer.

Tagar "Berikan Pfizer kepada tenaga medis" menjadi tren di Twitter di negara itu, dengan lebih dari 624.000 tweet pada Senin (5/7/2021). Pakar Thailand telah mendesak pemerintah untuk menggunakan berbagai jenis vaksin virus corona untuk melindungi populasi dengan lebih baik.

Namun Charnvirakul menegaskan itu hanya anjuran semata. Ditegaskannya dua dosis Sinovac tetap terbukti efektif.

Thailand memang memberikan Sinovac untuk memvaksin tenaga kesehatan. Dari hasil studi di negara itu, vaksin dilaporkan efektif hingga 95% menekan timbulnya gejala corona hingga kematian jika seseorang disuntik dua dosis.

Studi juga sempat menyebut vaksin ini efektif menghalau varian Alpha 71-91%. Pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menemukan vaksin Sinovac efektif dalam mencegah Covid-19 pada orang dewasa di bawah 60 tahun.

Thailand juga memberikan vaksin AstraZeneca, yang diproduksi secara lokal oleh perusahaan milik kerajaan Siam BioScience. Pihak berwenang mengatakan vaksin Moderna juga akan tersedia di negara tersebut.

Sementara itu, Thailand kini telah memesan 20 juta dosis vaksin Pfizer dari AS. Bulan ini disebut 1,5 juta dosis yang disumbangkan oleh Negeri Paman Sam.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading