China Cium Kecurangan, Didi Dihapus dari Toko Aplikasi Online

Tech - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
04 July 2021 21:00
A new driver's mobile phone is seen with the app of Chinese ride-hailing firm, outside the new drivers center in Toluca, Mexico, April 23, 2018. REUTERS/Carlos Jasso

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas pengawas siber China, Minggu (4/7) memerintahkan layanan ride-hailing atau taksi online Didi dihapus dari toko aplikasi do China.

Hal ini setelah hasil investigasi pengawas siber menemukan pengumpulan data pengguna Didi sebagai 'pelanggaran serius' dari peraturan di Negeri Tirai Bambu tersebut. Sebelumnya Didi Global sempat menolak tuduhan bahwa mereka menyimpan data pelanggan dan data jalan raya China.

Pengawas siber menyelidiki Didi atas masalah "keamanan siber" dan untuk mencegah risiko keamanan terhadap data nasional China. Usai pengumuman penyelidikan itu  saham Didi merosot. Startup China ini sempat melakukan IPO New York senilai US$ 4,4 miliar.


Apa yang menimpa Didi juga dialami oleh Alibaba hingga Meituan  dari kebijakan keras pemerintah China terhadap raksasa teknologi negaranya. Ada dugaan otoritas pemerintah China takut dari pengaruh besar mereka pada konsumen di China.

"Setelah pemeriksaan dan verifikasi, aplikasi Didi Chuxing ditemukan melakukan pelanggaran serius terhadap peraturan dalam pengumpulan dan penggunaan informasi pribadi," jelas otoritas siber China dikutip dari AFP, Minggu (4/7).

Otoritas siber China tidak merinci risiko keamanan nasional apa yang ditimbulkan oleh Didi, tetapi mengatakan pengguna baru tidak dapat mendaftar untuk layanan tersebut selama periode penyelidikan.

Pihak otoritas telah memberi tahu toko online untuk menghapus aplikasi Didi dan meminta perusahaan untuk memperbaiki masalah yang ada dan secara efektif melindungi informasi pribadi penggunanya.

Pihak Didi mengatakan pengguna yang telah mengunduh aplikasinya dapat terus menggunakannya, dan pesanan pengemudi tidak akan terpengaruh. Didi berjanji secara serius melakukan perbaikan dan terus melindungi privasi pengguna dan keamanan data.

Aplikasi Didi mengklaim memiliki lebih dari 15 juta pengemudi dan hampir 500 juta pengguna, dan seringkali merupakan cara termudah dan tercepat untuk menelepon di kota-kota Cina yang ramai.

Pihak Didi menegaskan sejak Sabtu (3/7), pendaftaran pengguna baru telah ditangguhkan. Didi adalah unicorn teknologi China terbaru yang menjadi sasaran pihak berwenang setelah lengan fintech Alibaba, Ant, terpaksa menghentikan IPO yang memecahkan rekor November 2020 lalu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tegas! Raksasa StartUp Didi Bantah Simpan Data Pengguna di AS


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading