Terungkap! Ini Bukti Bitcoin Jadi Tempat Cuci Uang Kejahatan

Tech - Redaksi, CNBC Indonesia
25 June 2021 20:41
Ilustrasi Cryptocurrency (Photo by Art Rachen on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bitcoin selalu dikatakan sebagai tempat untuk melakukan kejahatan, termasuk tempat cuci uang. Kali ini Kepolisian Metropolitan London membuktikan jika kejahatan pencucian uang dilakukan dengan mata uang kripto itu.

Pihak kepolisian baru saja menyita Bitcoin senilai 114 juta poundsterling atau sekitar Rp 2,2 triliun. Penyitaan ini jadi bagian dari penyelidikan atas kasus pencucian uang, dikutip The Star, Jumat (25/6/2021).

Penyitaan ini dilakukan oleh Komando Kejahatan Ekonomi Scotland Yard. Mereka berhasil karena menerima laporan intelijen soal transfer aset kriminal dan investigasi terkait kasus itu akan terus berlanjut.


"Setiap bagian dari Met bekerja untuk mengurangi kejahatan di jalanan London sebagai prioritas mutlak. Ini termasuk investigasi keuangan," kata Wakil Asisten Komisaris Graham McNulty.

Dia menambahkan jika terdapat hubungan antara uang dan kekerasan. Uang akan tetap menjadi raja, namun dengan teknologi dan platform online ada yang berpindah dengan metode yang lebih canggih.

Tapi McNulty memastikan jika pihaknya selalu bekerja untuk tetap selangkah lebih maju.

"Namun kami memiliki petugas dan unit spesialis terlatih bekerja siang dan malam untuk selangkah lebih maju," ujarnya.

Jumlah ini menjadi penyitaan kripto terbesar yang pernah ada di Inggris. Menurut pihak kepolisian, Bitcoin yang berhasil disita berjumlah dua kali lipat dari uang tunai yang telah disita tahun lalu.

Dengan transaksi Bitcoin akan memberikan anonimitas pada pengirim dan penerima uang. Ini disebabkan alamat wallet dari pihak yang terlibat transaksi tidak berisi informasi detail yang bisa diidentifikasi.

Praktik pencucian uang dengan Bitcoin di Inggris memang cukup banyak. Misalnya sekitar 50 perusahaan yang memperdagangkan aset kripto berpotensi ditutup karena tidak lolos dalam tes pencucian uang.

Hasil itu nyatanya belum pernah terjadi sebelumnya, ungkap Otoritas Keuangan Inggris atau Financial Conduct Authority (FCA) beberapa waktu lalu. Perusahaan juga telah diingatkan kegagalan memenuhi standard anti pencucian uang.

Perusahaan yang izinnya dicabut harus segera menghentikan perdagangan hingga memenuhi standard dan masuk dalam daftar resmi. Sementara mereka yang menolak ditutup bisa didenda atau terkena tindakan hukum oleh FCA.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ramalan Seram Roubini: Bitcoin Bakal Ambrol


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading