Akun Telegram

Akun Pernah Dibajak, Novel Baswedan 'Dimasukkan' Grup Bitcoin

Tech - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
20 June 2021 17:40
Novel Baswedan (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah bersama penyidik senior KPK Novel Baswedan, sejumlah orang dari 75 pegawai KPK yang dinonaktifkan tiba-tiba dimasukkan ke dalam grup Telegram "Bitcoin Trader Investasi". Hal itu disampaikan Febri via akun Twitternya, Minggu (20/6/2021).

"Tanpa persetujuan & pemberitahuan. Saya segera report & leave," ujarnya.

"Padahal setting siapa yang add groups & channels telah dibatasi," lanjutnya.

Febri lantas menyertakan tangkapan layar sejumlah rekan yang masuk ke dalam grup tersebut. Semua masuk tanpa persetujuan dan pemberitahuan.

"Semoga segera tertanggulangi. Informasi ini saya sampaikan agar kt lebih hati2 dan mitigasi risiko penyalahgunaan ke depan," kata Febri.




Saat dikonfirmasi CNBC Indonesia, Novel membenarkan hal itu.

"Iya mas, nggak tahu saya. Tapi memang saya juga dapat keadaan yang sama seperti itu," ujarnya via pesan singkat.

Peristiwa semacam ini bukan yang pertama menimpa Novel dkk. Pada 20 Mei lalu, Novel mengaku akun Telegram miliknya dibajak.

"Akun Telegram saya dibajak sejak pukul 20.22 WIB hari ini sehingga tidak lagi di bawah kendali saya," ujar Novel.

Tidak hanya itu, dia juga menyebut kalau akun Telegram Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko juga turut dibajak. Belum diketahui pelaku dari aksi tersebut.

"Akun Telegram Pak Sujanarko sejak pukul 20.31 WIB juga dibajak sehingga tidak dalam kendali yang bersangkutan," kata Novel.

"Bila ada yang dihubungi gunakan akun tersebut, itu bukan kami," lanjutnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading