WHO Sebut Virus Corona Varian Delta Mendominasi Global

Tech - Lidya Julita S., CNBC Indonesia
19 June 2021 11:20
INFOGRAFIS, WHO Ganti Nama Sebutan Varian Covid-19

Jakarta, CNBC Indonesia - Virus Corona B1617.2 atau varian Delta sudah mulai menyebar di banyak negara termasuk di Indonesia. Di Indonesia beberapa daerah sudah didominasi oleh virus yang pertama kali ditemukan di India ini.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (19/6/2021), Kepala Ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Soumya Swaminathan mengatakan, bahkan virus Corona varian delta ini sudah mendominasi secara global.

"Varian Delta sedang dalam perjalanan untuk menjadi varian dominan secara global karena peningkatan transmisibilitasnya," kata Swaminathan dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters, Sabtu (19/06/2021).


Beberapa negara telah melaporkan terjadi peningkatan kasus signifikan dari varian delta ini, salah satunya adalah Inggris. Pejabat Kesehatan Jerman bahkan memperkirakan varian delta akan dengan cepat mendominasi di Inggris meski proses vaksinasi semakin cepat.

Swaminathan juga menyampaikan kekecewaannya karena gagalnya vaksin cureVac dalam uji coba pemenuhan standar kemanjuran WHO. Hal ini dikarenakan varian delta yang lebih mudah menular, sehingga butuh vaksin yang lebih efektif.

Perusahaan asal Jerman yang memproduksi CureVac melaporkan, vaksinnya hanya terbukti 47% efektif untuk mencegah varian delta ini. Realisasi ini tentu jauh dari yang ditetapkan WHO yang minimal 50%.

Sebelumnya, vaksin mRNA serupa dari Pfizer dan BioNTech, serta Moderna mencatat tingkat kemanjuran yang mencapai 90%. Oleh karenanya, WHO mengharapkan kemanjuran dari CureVac lebih besar.

"Hanya karena ini adalah vaksin mRNA yang lain, kami tidak dapat menganggap semua vaksin mRNA itu sama, karena masing-masing memiliki teknologi yang sedikit berbeda," kata Swaminathan.

Di sisi lain ia menyebutkan bahwa virus asal Afrika tetap menjadi area yang menjadi perhatian, meskipun hanya menyumbang sekitar 5% dari infeksi global baru dan 2% dari kematian.

Kepala Program Kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan, kasus baru di Namibia, Sierra Leone, Liberia dan Rwanda telah berlipat ganda dalam minggu lalu. Sementara akses vaksin sangat kecil.

"Ini lintasan yang sangat, sangat memprihatinkan. Realitas brutal adalah bahwa di era berbagai varian, dengan peningkatan penularan, kami telah meninggalkan sebagian besar populasi, populasi rentan Afrika, tidak terlindungi oleh vaksin," tegasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading