El Salvador Sahkan Bitcoin, Negara Mana Lagi Next?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 June 2021 15:45
Ilustrasi Bitcoin (Photo by André François McKenzie on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah El Salvador, tercatat terdapat sejumlah negara lagi yang akan menyusul mengesahkan penggunaan Bitcoin. Dua negara di antaranya berasal dari Amerika Latin, Paraguay dan Panama.

Paraguay nampaknya jadi negara kedua yang menyusul El Salvador. Dalam akun Twitternya, Senin (14/6/2021), anggota Kongres Carlitos Rejala mengatakan pemimpin negara itu sedang menyerukan bangsanya amaj dengan generasi barunya.

Tak sampai di sana, dia juga mengunggah foto mata laser dan tagar #btc yang diasosiasikan sebagai Bitcoin bergambar roket dan tagar #paypal.

Pada Juli mendatang dia merencanakan mengajukan RUU untuk menarik perusahaan pertambangan internasional dan bisnis kripto lainnya.

"Proyek ini memungkinkan perusahaan kripto, baik perusahaan pertambangan, perusahaan trading atau perusahaan lainnya akan membiayai operasional mereka dengan menggunakan mata uang kripto dan mendapatkan dividen ke luar negeri serta memanfaatkan keuntungan mereka di bank lokal," kata Rejala kepada Coindesk.

Selain Paraguay, ada juga Panama. Anggota Kongres, Gabriel Silva menyatakan dalam akun Twitternya dalam waktu dekat negara itu juga akan mengesahkan kripto sebagai salah satu alat pembayarannya.

Dia mengatakan jika negaranya tidak boleh ketinggalan. Panama ingin jadi pusat teknologi dan kewirausahaan dengan begitu harus mendukung mata uang kripto.

"Kami akan menyiapkan proposal untuk dipresentasikan di Majelis. Jika Anda tertarik untuk membangunnya, Anda harus bisa menghubungi saya," kata Silva melaluti Twitter-nya.

Dalam bulan ini, dia dan timnya mengumpulkan pendapat dari pengacara, pengguna Bitcoin, perusahaan terkait kripto dan pejabat pemerintah. Namun Silva tidak mengungkapkan lebih lanjut isi calon aturan itu.

Melansir Express, pendiri Traders of Crypto, Anthony Portno, mengatakan apa yang dilakukan menjadi bola salju bagi negara lain di Amerika Selatan dan Afrika.

"Sangat mungkin ini bisa memulai bola salju negara-negara Amerika Selatan dan Afrika yang melakukan hal serupa dengan Bitcoin dan mata uang lain seperti Cardano," kata dia.

Salah satu kemungkinan yang mengikuti jejak El Salvador adalah Inggris. "Ada perbedaan besar antara apa yang beberapa orang lihat sebagai langkah populis dalam ekonomi berkembang dan langkah serupa di salah ekonomi sangat maju seperti Inggris," tambahnya.

"Menerima Bitcoin atau mata uang yang terdesentralisasi adalah langkah menuju pengurangan kendali atas pasokan uang negara dan sampai batas tertentu di seluruh ekonominya," ujar Anthony.

Sementara Nigel Green, Kepala Eksekutif dan Pendiri deVere Group saat ditanya kemungkinan pemerintah Inggris akan mengikuti langkah El Salvador, menyatakan keraguannya. Namun menurutnya lembaga keuangan Inggris sangat menyadari soal digital.

"Inggris memiliki Bitcoin sebagai mata uang resmi, seperti pound, dalam waktu dekat tidak mungkin," kata dia.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading