Marak Varian Baru Corona, Vaksin Merah Putih Masih Ampuh?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 June 2021 15:27
Direktur LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio (Foto: Citra Nur Hasanah/20detik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Keefektifan vaksinĀ Covid-19 menjadi pertanyaan di tengah munculnya varian baru virus corona. Terkait hal itu, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof. Amin Soebandrio mengatakan vaksin Merah Putih yang dibuat bisa dilakukan penyesuaian agar dapat disesuaikan dengan varian yang beredar.

"Kami terus memantau virus yang ada di Indonesia ini, apabila memang dianggap perlu dilakukan penyesuaian vaksin, bisa disesuaikan agar bisa mengkover varian baru yang beredar," kata Prof. Amin dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII, Rabu (16/6/2021).

Penyesuaian dilakukan sesuai dengan platform yang digunakan oleh vaksin tersebut. Misalnya menggunakan inactivasi, maka peneliti harus mengisolasi virus varian baru dan jadi bibit vaksin baru.

"Hanya bagian tertentu saja yang disesuaikan," ujar Prof. Amin.

Sementara itu, dia mengatakan vaksin Merah Putih diharapkan bisa memasok sekitar 50% dari kebutuhan vaksin Covid-19.



Proses vaksin sendiri sudah mengalami percepatan dari waktu yang biasanya. Dia menjelaskan dalam prosesnya terdapat dua tahapan yakni penelitian dan pengembangan (RnD) serta industri, termasuk di dalamnya uji klinis.

Dalam situasi normal, Prof. Amin menjelaskan RnD membutuhkan waktu 3-5 tahun dan uji klinis 5-10 tahun. Namun, pandemi telah memaksa peneliti memangkas sejumlah proses.

Misalnya RnD bisa diselesaikan dalam waktu setahun. Proses industri butuh waktu minimal enam bulan dilanjutkan uji klinis.

"Uji klinis ada tiga fase, masing-masing enam bulan sebenarnya. Setelah dibicarakan dengan BPOM, disingkat totalnya 8 bulan," ungkapnya.

Menurut Prof. Amin, uji klinis fase I tidak usah sampai selesai sekali. Ada interim report yang bisa dilanjutkan ke fase II.

"Oleh karena itu uji klinis fase I, II, dan III diharapkan selesai 8 bulan. Total pengembangan vaksin lebih dari 18 bulan totalnya. WHO juga mengindikasikan seperti itu," jelas Prof Amin.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading