Senasib, Trump Dukung Nigeria Blokir Twitter

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
09 June 2021 11:20
INFOGRAFIS, Setelah Lengser Trump Terancam Dipenjara sampai hukuman mati

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa hari lalu, Nigeria memutuskan untuk memblokir akses Twitter tanpa batas waktu. Keputusan itu ternyata mendapatkan dukungan penuh dari mantan presiden AS, Donald Trump.

"Selamat kepada negara Nigeria yang baru saja memblokir Twitter karena melarang Presiden mereka," kata Trump dalam pernyataannya, dikutip dari Tech Crunch, Rabu (9/6/2021).

Dia mendorong negara lain untuk mengikuti jejak Nigeria dengan melarang Twitter dan Facebook.


Menurutnya keputusan yang sama harusnya dia ambil juga saat masih menjabat Presiden AS lalu. Namun Trump mengatakan jika bos Facebook, Mark Zuckerberg kerap menghubunginya.

"Lebih banyak negara harus melarang Twitter dan Facebook karena tidak mengizinkan kebebasan dan keterbukaan berbicara, semua harus didengar. Sementara pesaing akan muncul dan bertahan. Siapa mereka untuk mendikte yang baik dan jahat jika mereka sendiri jahat? Mungkin saya seharusnya melakukannya ketika saya menjadi presiden. Tapi Zuckerberg terus menelepon saya dan datang ke Gedung Putih untuk makan malam, memberi tahu saya betapa hebatnya saya. 2024?" ujar Trump.

Dukungan ini datang setelah keputusan menangguhkan Twitter dari pemerintah Nigeria hari Jumat lalu. Otoritas setempat membuat kebijakan itu setelah Twitter menghapus tweet presiden Muhammadu Buhari karena melanggar kebijakan perilaku kasar dan sejumlah seruan dari Nigeria untuk menghapusnya.

Tweet tersebut juga mengancam hukuman pada separatis di wilayah tenggara Nigeria.

Presiden Nigeria melalui juru bicaranya mengatakan penangguhan itu hanya bersifat sementara untuk mengekang informasi salah dan berita palsu. Namun yang terjadi di lapangan ternyata berbeda.

Pemerintah ternyata memerintahkan media penyiaran untuk menghapus akun Twitter mereka. Selain itu juga meminta berhenti menggunakan platform sebagai sumber berita.

Selanjutnya juga menegaskan taktik melumpuhkan kebebasan berbicara dan menegakkan sensor.

Sementara hubungan Trump dan Twitter memang sudah merenggang sejak lama. Trump diketahui dilarang dua kali dalam platform itu.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading