Cara Nikmati TV Digital Saat TV Analog Dimatikan di RI

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
02 June 2021 16:35
Ilustrasi nonton film lewat (OTT) over the top. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia bersiap untuk melakukan peralihan siaran analog ke digital. Untuk menikmatinya, ternyata tak perlu membeli perangkat TV baru.

Sebab Kementerian Kominfo menyebutkan, jika TV lama masih bisa digunakan. Masyarakat hanya perlu menambahkan Set Top Box untuk menikmati layanan digital dalam program Analog Switch Off atau ASO itu.

"Sekalipun siarannya digital, televisi yang lama tetap bisa digunakan kok. Cukup tambahkan Set Top Box (STB). Harga STB terjangkau serta mudah merangkaikannya dengan televisi," kata Kominfo dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (2/6/2021).


Sementara itu, tahapan pertama penghentian siaran analog akan dilakukan paling lambat 17 Agustus 2021 mendatang. Di tahapan ini 15 daerah siaran analog akan mulai dimatikan siarannya.

Daerah yang ada dalam tahap pertama itu berada di Sumatera, Kalimantan dan juga Jawa. Berikut daftar ke-15 daerah itu:

  • Aceh : Kabupaten Aceh Besar, Kota Banda Aceh
  • Kepulauan Riau : Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, Kota Tanjung Pinang.
  • Banten: Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kota Serang.
  • Kalimantan Timur: Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, dan Kota Bontang.
  • Kalimantan Utara: Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, dan Kabupaten Nunukan.

Sementara itu program ASO telah ditargetkan untuk bisa selesai pada 2 November 2022 mendatang.

Sementara itu, manfaat peralihan layanan siaran ke digital adalah kualitas gambar yang jauh lebih bersih dari sekarang. Hal ini disebutkan Direktur Penyiaran Kementerian Kominfo, Geryantikan Kurnia beberapa waktu lalu.

"Nanti digital gambarnya bersih, canggih, bisa lebih interaktif," kata Geryantika.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kominfo Akan Matikan Semua TV Analog, Ini Jadwal Lengkapnya!


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading