Pertama Kali, AS Ekspor Vaksin Covid-19 ke Luar Negeri

Tech - Roy, CNBC Indonesia
18 May 2021 16:45
President Joe Biden delivers remarks on immigration, in the Oval Office of the White House, Tuesday, Feb. 2, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang mengembargo ekspor vaksin Covid-19 berubah. Pada akhir Juni 2021, negara adikuasa ini akan melakukan ekspor 20 juta lebih vaksin ke luar negeri. Ini menjadi yang pertama kalinya.

Joe Biden mengumumkan AS akan mengirimkan vaksin Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson serta 60 juta vaksin AstraZeneaca ke negara lain.

Tiga vaksin pertama sudah digunakan di Amerika Serikat. Sementara vaksin AstraZeneca belum mendapatkan izin penggunaan darurat dari otoritas kesehatan sehingga belum disuntikkan ke warga AS.


"Sama seperti Perang Dunia ke-2, Amerika adalah gudang demokrasi, dalam pertempuran melawan pandemi Covid-19, negara ini akan menjadi gudang vaksin," ungkap Biden seperti dikutip dari Reuters, Selasa (18/5/2021).

Selama ini Biden berada dalam tekanan atas kebijakan embargo vaksin Covid-19. AS membuat keputusan untuk melarang ekspor vaksin demi memenuhi kebutuhan dalam negeri. Negara lain telah menekan AS untuk membuka embargo guna mengatasi Covid-19 yang memburuk di India.

Biden mengungkapkan tidak ada negara lain yang akan mengirim lebih banyak vaksin ke luar negeri selain AS. Sejauh ini AS telah mengirimkan beberapa juta dosis vaksin AstraZeneca ke Kanada dan Meksiko.

Namun Gedung Putih belum memberikan rincian negara mana yang akan mendapatkan vaksin tersebut. Biden hanya mengatakan Jeff Zients, yang mengepalai program vaksinasi AS, sekarang juga akan memimpin upaya vaksin global.

Banyaknya warga AS yang divaksinasi telah membuat angka kematian karena virus ini turun ke level terendah dalam 14 bulan pada minggu lalu. Jumlah kasus Covid-19 juga turun selama lima minggu berturut-turut di AS.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading