Ini Kata Satgas Mengenai Efek Samping Vaksin AstraZeneca

News - yun, CNBC Indonesia
18 May 2021 15:54
Kedatangan Vaksin AstraZeneca di Bandara Soekarno Hatta, 8 Maret 2021. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden) Foto: Kedatangan Vaksin AstraZeneca di Bandara Soekarno Hatta, 8 Maret 2021. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Juru Bicara Satgas Penanganan covid-19 Wiku Adisasmito angkat bicara terkait 2 kasus kematian setelah dilakukan vaksin AstraZeneca.

Menurut Wiku, perlu diingat bahwa vaksinasi tidak bisa mengurangi peluang sakit atau kematian akibat faktor lainnya yang mungkin saja sudah dimiliki oleh penerima vaksin.

"Dugaan KIPI, BPOM sedang melakukan pengujian terhadap vaksin astrazeneca Batch CTMAV547 dan memberhentikan sementara. Studi terus dilakukan, dan pemerintah akan memberitahu hasilnya ke masyarakat," katanya di Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Wiku menegaskan, penggunaan vaksin AstraZeneca non batch CTMAV547 akan tetap dilakukan khususnya yang baru mendapatkan 1 dosis. Hal ini dilakukan demi mencapai kekebalan yang sempurna.

"Terkait jenis vaksin kedua, ada studi di dunia, menyatakan untuk mencampurkan dua jenis vaksin bisa dilakukan. Indonesia belum ada agenda tersebut," tegasnya.

"Dianjurkan WHO, Indonesia selalu melakukan pengawasan KIPI bukan karena efek negatif, namun demi surveilans dan monitoring yang efektif," pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintah menyatakan bahwa penghentian sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca Batch (Kumpulan Produksi) CTMAV547 untuk pengujian toksisitas dan sterilitas oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) adalah bentuk upaya kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini.

Tidak semua batch vaksin AstraZeneca dihentikan distribusi dan penggunaannya. Hanya Batch CTMAV547 yang dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan pengujian dari BPOM yang kemungkinan memerlukan waktu satu hingga dua minggu.

Batch CTMAV547 saat ini berjumlah 448,480 dosis dan merupakan bagian dari 3,852,000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada tanggal 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO. Batch ini sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Kementerian Kesehatan RI menyebut ada dua kasus KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) 'serius fatal' terkait pemberian vaksin COVID-19 di DKI Jakarta. Komnas KIPI mengungkap salah satunya seorang lansia dengan penyakit bawaan.

"Iya lansia, 61 tahun," kata Ketua Komnas KIPI Prof Hindra Irawan Satari Senin (17/5/2021).

"Ada penyakit bawaan," lanjutnya.

Seementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyebut ada 3 orang yang meninggal dunia usai disuntik vaksin Corona AstraZeneca. Meski demikian, belum diketahui pasti apa betul penyebabnya dikarenakan gejala usai divaksin atau tidak.

"(Usai divaksin) AstraZeneca ada tiga orang (yang meninggal), sekarang sedang diteliti. Ada peneliti KIPI-nya. Apakah itu meninggal gara-gara divaksin atau enggak," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin saat mengunjungi RSUD Otto Iskandardinata, Kabupaten Bandung, Selasa (18/5/2021).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

RI Masuk Daftar Negara yang Tunda Pakai Vaksin AstraZeneca


(yun/yun)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading