Kenapa Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Dihentikan?

Tech - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
17 May 2021 10:50
Vaksin AstraZeneca. (AP/Christophe Ena)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Kesehatan memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca batch CTMAV547 untuk pengujian toksisitas dan sterilisasi oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM).

Penghentian ini sebagai bentuk upaya kehati-hatian pemerintah guna memastikan vaksin tersebut aman untuk disuntikkan kepada warga Indonesia. Investigasi ini diperkirakan membutuhkan waktu satu hingga dua minggu.

Batch CTMAV547 saat ini berjumlah 448,480 dosis dan merupakan bagian dari 3,852,000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada tanggal 26 April 2021 melalui skema Covax Facility/WHO. Batch ini sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.


Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizimenjelaskan terkait dengan laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang diduga berkaitan dengan AstraZeneca Batch CTMAV547, Komnas KIPI telah merekomendasikan BPOM untuk melakukan uji sterilitas dan toksisitas terhadap Kelompok tersebut dikarenakan tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dimaksud.

Adapun vaksin AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu.

"Ini adalah bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Kementerian Kesehatan menghimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan oleh hoax yang beredar. Masyarakat diharapkan selalu mengakses informasi dari sumber terpercaya," kata Siti Nadia Tarmizi, dikutip Senin (17/5/2021).

"Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi Covid-19 membawa manfaat lebih besar," tambah beliau.

Hingga saat ini, berdasarkan data Komnas KIPI belum pernah ada kejadian orang yang meninggal dunia akibat vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, meninggalnya orang yang statusnya telah divaksinasi COVID-19 adalah karena penyebab lain, bukan akibat dari vaksinasi yang diterimanya.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading